Kondisi IGD saat hari raya Nyepi, tampak nakes memberikan pelayanan kesehatan bagi pasien. (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Satu pasien asal Pejaten, Kediri Tabanan melahirkan saat Hari Raya Nyepi, Kamis (19/3). Di tengah pembatasan aktivitas, seluruh rumah sakit memang tetap membuka layanan untuk menangani pasien dengan berbagai keluhan, termasuk kasus darurat.

Direktur RS Singasana, dr. I Wayan Dody Setiawan, mengatakan, rumah sakitnya mencatat 21 kunjungan Unit Gawat Darurat (UGD) dan 15 pasien rawat inap pada hari tersebut. Selain satu persalinan normal, terdapat satu pasien operasi cito dan satu pasien pulang atas permintaan sendiri.

Baca juga:  Panitia Nyepi Gelar Baksos dan Periksa Kesehatan

“Keluhan terbanyak pasien karena demam, disusul gigitan anjing, maag, dan asma kambuh,” ujarnya, Minggu (22/3).

Sementara itu, di RSUD Tabanan, Wakil Direktur Pelayanan dan Pengendalian Mutu, dr. I Gusti Ngurah Bagus Juniada, mencatat total 28 kunjungan pasien selama Nyepi, dengan 11 pasien dirawat inap. Tiga kasus darurat yang ditangani yakni serangan asma, fraktur sepertiga proksimal humerus kiri, dan appendicitis.

Menurut Juniada, layanan tetap berjalan dengan sistem siaga selama Nyepi untuk memastikan pasien mendapat penanganan cepat. Tenaga medis disiagakan selama 24 jam untuk mengantisipasi kondisi darurat. Pelayanan ini dilakukan guna menjamin kebutuhan kesehatan masyarakat tetap terpenuhi meski aktivitas umum dihentikan selama Nyepi.(Puspawati/balipost)

Baca juga:  Mengaku Dianiaya, Karyawan Hotel Lapor ke Polresta

 

BAGIKAN