Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur mengalami erupsi sebanyak dua kali. Tinggi letusan hingga mencapai 1.000 meter di atas puncak, Jumat (20/3). (BP/Antara)

LUMAJANG, BALIPOST.com – Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur mengalami erupsi sebanyak dua kali. Tinggi letusan hingga mencapai 1.000 meter di atas puncak, Jumat (20/3).

“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 05.26 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl),” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukijo dikutip dari Kantor Berita Antara.

Menurutnya, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut. Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung.

Baca juga:  Penumpang Kereta Agar Tidak Khawatir Dengan Virus HMPV

Kemudian, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali erupsi pada pukul 06.40 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 500 meter di atas puncak atau 4.176 mdpl.

“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 129 detik,” katanya.

Ia menjelaskan Gunung Semeru berada pada status aktivitas vulkanik Level III (Siaga), sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi, yakni masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Baca juga:  Panjat Pinang di Laut dan Tarian Kolosal Hebohkan Festival Wakatobi Wave 2017

Di luar jarak tersebut, kata dia, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

“Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),” katanya.

Masyarakat perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

Baca juga:  Level Gunung Semeru Diturunkan

“Terutama, sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,” katanya. (kmb/balipost)

BAGIKAN