Arus mudik di Pelabuhan Padangbai, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem menuju Pelabuhan Lembar, Nusa Tenggara Barat (NTB) serangakaian Idul Fitri 2026, pada Minggu (15/3). (BP/nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Arus mudik di Pelabuhan Padangbai, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem menuju Pelabuhan Lembar, Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai mengalami peningkatan serangakaian Idul Fitri 2026, pada Minggu (15/3).

Berdasarkan pantauan di lapangan, jalur antrean pemudik terlihat memanjang. Terutama jalur antrean untuk pemudik yang menggunakan roda dua. Kondisi itu juga terjadi di kantung parkir untuk penumpang roda empat. Sejumlah mobil pribadi hingga kendaraan jenis truk menunggu antrean masuk kapal.

Baca juga:  Dinas Pertanian Cek Kesehatan Hewan Kurban

Kepala Satuan Pelayanan (Satpel) Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Padangbai, I Ketut Sugiartono, mengatakan, peningkatan arus penumpang mulai terpantau sejak Sabtu (14/3) malam.

Kata dia, dengan peningkatan aktivitas penyeberangan ini trip keberangkatan meningkat. “Biasanya dalam sehari ada sekitar 13 trip keberangkatan, sekarang meningkat menjadi 15 trip,” ucapnya.

Sugiartono mengatakan, untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan kendaraan dan penumpang di Pelabuhan Padangbai, maka proses bongkar muat kapal juga dipercepat. “Biasanya proses bongkar muat membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam, kini dipercepat menjadi sekitar 1,5 jam,” katanya.

Baca juga:  Hasil Produksi Garam Amed Meningkat

Dia menjelaskan, untuk melayani penyeberangan rute Padangbai–Lembar, tersedia total 26 kapal. Namun lima kapal di antaranya masih menjalani proses docking atau perawatan, sehingga saat ini hanya 21 kapal yang dioperasikan. “Kami tetap berkoordinasi dengan BPTD di NTB. Jika nanti diperlukan, kemungkinan penambahan armada,” jelasnya.

Salah seorang penumpang, Romli, mengatakan, dirinya sudah lima tahun merantau di Bali. Kata dia, dirinya bekerja sebagai pedagang di beberapa pasar tradisional seputaran Denpasar-Badung. ”Dari pertama merantau lima tahun lalu, baru ini saya pulang,” jelasnya.

Baca juga:  Gubernur Koster Tegaskan KUHP Tidak Mengganggu Kepariwisataan Bali

Dia menjelaskan, dirinya di kampung halamannya rencananya sampai tiga mingguan. ”Rencana tiga minggu di sana. Sudah tidak sabar ingin cepat sampai rumah. Karena memang rindu suasana Lebaran di kampung halaman,” imbuhnya. (Eka Parananda/balipost).

 

BAGIKAN