Pekerja sedang menyiapkan sarana prasarana untuk pelaksanaan Tawur Agung Kasanga di Catur Muka, Denpasar. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Prosesi Tawur Agung Kasanga akan berlangsung pada 18 Maret nanti atau H-1 Nyepi. Di Denpasar sendiri Tawur Kasanga dipusatkan di kawasan Catus Pata, Patung Catur Muka. Persiapan pun telah mulai dilakukan.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar, IB Alit Surya Antara saat dikonfirmasi, Rabu (11/3), mengatakan, persiapan Tawur Agung Kasanga sudah mulai dilakukan, termasuk nyukat genah di kawasan Catus Pata, Patung Catur Muka, pada Selasa (10/3) sore. Prosesi ini merupakan bagian dari penataan lokasi utama upacara di titik catur pata atau perempatan agung Kota Denpasar yang menjadi pusat pelaksanaan Tawur Agung Kasanga.

Baca juga:  Tujuh Sulinggih Puput Karya Agung Penyegjeg Bhumi di Pura Gria Tegallalang

“Persiapan Tawur Kesanga sudah berjalan sesuai tahapan. Apalagi pelaksanaannya tahun ini bertepatan dengan Anggara Kliwon yang memiliki makna penting dalam rangkaian upacara,” ujarnya.

Sebelumnya, pada pagi hari juga telah dilaksanakan prosesi netegang beras di Pura Agung Jagatnatha Denpasar yang dipuput oleh Ida Pedanda Istri Rai Pemecutan dari Griya Pemedilan. Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sembahyang bersama oleh umat Hindu yang hadir.

Baca juga:  Masih Diupayakan, Pencairan Insentif Bendesa Hingga Sulinggih Gianyar

Secara keseluruhan, rangkaian persiapan Tawur Agung Kasanga di Denpasar telah dimulai sejak beberapa waktu lalu, diantaranya melalui prosesi matur piuning, mapinunas karya, hingga pengambilan tirta ke sejumlah pura di Bali. Puncak pelaksanaan Tawur Agung Kesanga Tahun Saka 1948 dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 18 Maret 2026 di kawasan Catur Muka Denpasar dan akan dipuput enam sulinggih.

Sulinggih dimaksud yakni Ida Pedanda Putra Telaga dari Griya Telaga, Gulingan, Sanur (Siwa), Ida Pedanda Gede Mas Jelantik dari Griya Celuk, Sukawati, Gianyar (Budha), Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Putra Sara Shri Satya Jyoti dari Griya Bhuana Dharma Santi, Sesetan (Bhujangga), Ida Jero Dukuh Udhalaka Dharma dari Griya Dukuh, Banjar Tektek (Dukuh), Sira Empu Dharma Sunu dari Griya Taman Pande Tonja (Pande), dan Ida Pandita Mpu Dhaksa Siwa Putra Santhi Yoga dari Griya Agung Pasek Sari Tegal (Pasek). (Widiastuti/bisnisbali)

Baca juga:  Pasar Murah Sasar Warga Sumerta Kaja
BAGIKAN