
MANGUPURA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Badung kembali memusatkan pelaksanaan Tawur Agung Kesanga di Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Badung. Keputusan ini telah berlaku sejak 2023, dimana Puspem Badung ditetapkan sebagai lokasi utama karena dipandang sebagai catus pata utama, titik sentral Kabupaten Badung secara administratif maupun spiritual. Lokasi ini dinilai representatif untuk pelaksanaan upacara tingkat kabupaten.
Kepala Bidang Pengembangan Kebudayaan Disbud Badung, Ida Bagus Agung Munika, Rabu (4/3), menjelaskan, seperti tahun-tahun sebelumnya, Tawur Kasanga akan menggunakan wewalungan berupa unggas, kambing, dan berbagai jenis persembahan lainnya. Panitia menargetkan prosesi tingkat kabupaten rampung sekitar pukul 12.00 WITA. Setelah itu, tirta tawur dan tirta luwur akan didistribusikan ke seluruh wilayah Badung mulai pukul 13.00 WITA.
Usai prosesi utama di puspem, upacara dilanjutkan di masing-masing kecamatan, desa, banjar, hingga lingkungan perumahan. Skema ini memastikan seluruh masyarakat Hindu di Badung dapat melaksanakan rangkaian Tawur Kasanga secara serentak dan khidmat.
Terkait kebijakan Catur Brata Panyepian yang rangkaiannya berhimpitan dengan Idul Fitri, IB Agung Munika menyebutkan, sejumlah langkah telah disiapkan. Fokus utama pemerintah adalah menjaga kondusivitas keamanan dan ketertiban, sekaligus merawat toleransi antarumat beragama.
“Sesuai arahan Bapak Wakil Bupati selaku Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama, ada beberapa kebijakan terkait perayaan Nyepi,” katanya.
Sebelumnya, Wakil Bupati Badung, I Bagus Alit Sucipta menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor untuk memastikan perayaan Nyepi dan Idul Fitri 2026 berjalan aman dan lancar. Ia meminta seluruh unsur pemerintah, aparat keamanan, dan FKUB meningkatkan sinergi guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas.
“Kami harapkan pihak keamanan membuat skema pengamanan, karena tahapan perayaan Nyepi akan dimulai dari melasti, Pangerupukan, Nyepi dan Ngembak Geni.
Sementara, perayaan Idul Fitri akan ada shalat tarawih, malam takbiran, shalat Idul Fitri, termasuk arus mudik dan balik agar berjalan dengan baik dan lancar,” ujar Bagus Alit Sucipta.
Ia juga mengingatkan agar seruan bersama yang telah disepakati dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan disosialisasikan oleh majelis-majelis agama kepada umat masing-masing. “Badung telah menjadi contoh toleransi antar umat beragama, mari kita jaga dengan baik, harmoni, kerukunan dan toleransi,” harapnya. (Parwata/balipost)










