
DENPASAR, BALIPOST.com – Arus dukungan untuk Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, sebagai bakal calon Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali masa bakti 2026–2030 semakin menguat.
Setelah sebelumnya mendapat dukungan dari kandidat lain, kini dua cabang olahraga besar di Bali, yakni Pengurus Provinsi Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Bali dan Pengprov Bali Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat), secara resmi menyatakan sikap mendukung Giri Prasta.
Dukungan PCI Bali tertuang dalam Surat Nomor 09/PCI-BALI/III/2026 yang ditandatangani Ketua Umum Anak Agung Bagus Tri Candra Arka (Gung Cok). Sementara Kodrat Bali menyusul melalui Surat Nomor 09/KODRAT-BALI/III/2026 yang diteken Ketua Umum I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya bersama Sekretaris Agung Bagus Tri Candra Arka tertanggal 3 Maret 2026.
Gung Cok menegaskan, dukungan ini bukan tanpa alasan. Menurutnya, posisi Giri Prasta sebagai Wakil Gubernur Bali dinilai strategis dalam memperkuat pendanaan dan kebijakan olahraga.
“KONI Bali maupun kabupaten/kota adalah perpanjangan tangan pemerintah daerah. Jika Wakil Gubernur memimpin KONI, tentu lebih mengena, terutama dalam hal pendanaan,” ujarnya.
Ia mengakui selama ini sejumlah pengurus cabang olahraga masih menghadapi tantangan pembiayaan, terutama dalam pembinaan atlet dan distribusi ke event nasional. Dengan latar belakang Giri Prasta sebagai pimpinan daerah yang memahami kondisi fiskal, diharapkan kebutuhan anggaran atlet bisa lebih terukur dan terpenuhi.
“Bukan berarti kami tidak bekerja maksimal. Tapi jika pemerintah provinsi langsung mengetahui kebutuhan riil atlet, mulai persiapan hingga pelaksanaan, tentu akan lebih efektif,” jelasnya.
Selain soal anggaran, aspek sarana dan prasarana (sarpras) juga menjadi sorotan. Menurutnya, fasilitas olahraga di Bali masih minim, padahal potensi pengembangan sport tourism sangat besar.
“Sarpras kita masih terbatas. Padahal Bali punya peluang besar mengembangkan sport tourism. Atlet datang bertanding, sekaligus menikmati pariwisata budaya Bali,” katanya.
Gung Cok juga menilai Giri Prasta sebagai sosok lapangan yang memahami kebutuhan riil olahraga. Apalagi Bali akan menghadapi agenda besar seperti Porprov 2027 dan PON NTB/NTT 2028.
“Beliau orang lapangan, tahu kondisi anggaran, dan punya kewenangan eksekusi. Ibaratnya yang punya uang sekaligus yang mengerjakan. Jadi tidak perlu proses panjang lagi,” tegasnya.
Terkait dua kandidat lain, yakni Anak Agung Ngurah Maha Diptha dan petahana I Gusti Ngurah Oka Darmawan, ia berharap kontestasi berjalan legowo dan tetap menjunjung sportivitas.
“Ini demi kepentingan olahraga Bali yang lebih besar,” pungkasnya.
Dengan bertambahnya dukungan dari cabang olahraga, peta persaingan menuju kursi Ketua Umum KONI Bali 2026–2030 kian dinamis. Pertarungan tak hanya soal figur, tetapi juga soal visi besar membawa olahraga Bali lebih berprestasi sekaligus mendukung pengembangan sport tourism Pulau Dewata. (Suka Adnyana/balipost)










