Petugas menyampaikan informasi kepada calon penumpang pesawat di area helpdesk penumpang Terminal Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Minggu (1/3/2026). (BP/Antara)

DENPASAR, BALIPOST.com – Ribuan warga negara asing (WNA) di Bali belum dapat kembali ke negara asalnya akibat pembatalan sejumlah penerbangan internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah.

Terkait kondisi ini, legislator yang juga Ketua Komisi II DPRD Bali, Agung Bagus Pratiksa Linggih, mendesak pemerintah daerah bergerak cepat merespons situasi darurat tersebut, khususnya dalam memberikan perlindungan dan bantuan kepada wisatawan asing yang terdampak.

“Saya harap pemerintah segera tanggap terhadap situasi ini. PWA (pungutan wisatawan asing,red) yang dipungut dari wisatawan asing sejatinya bisa dipakai untuk membantu mereka di saat darurat seperti ini,” tegasnya, Senin (2/3):

Menurut Politisi Partai Golkar ini, dana PWA yang selama ini dibayarkan wisatawan saat masuk ke Bali seharusnya dapat dimanfaatkan untuk situasi krisis, termasuk membantu akomodasi sementara atau kebutuhan dasar wisatawan yang tertahan akibat pembatalan penerbangan.

Baca juga:  Kawal Pengumuman Hasil Pemilu, Polres Gianyar Siaga 1

Selain mendorong pemerintah, politisi yang akrab disapa Ajus Linggih itu juga mengajak seluruh pelaku pariwisata untuk menunjukkan solidaritas. “Saya juga mendorong asosiasi-asosiasi pariwisata agar bekerja sama dengan pemerintah untuk memberikan bantuan khusus berupa diskon hotel atau bentuk keringanan lainnya,” ujarnya.

Ketua Umum HIPMI Bali ini menegaskan, situasi ini menjadi ujian bagi Bali sebagai destinasi pariwisata dunia. Kekompakan dan kepedulian seluruh elemen, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat, dinilai sangat penting untuk menjaga citra Bali di mata internasional. “Bali secara menyeluruh harus menunjukkan kekompakan dan kepedulian kita terhadap situasi sulit para wisatawan saat ini,” tandasnya.

Baca juga:  Nyepi, RSU Bangli Siagakan 90 Petugas

Berdasarkan data pembatalan penerbangan periode 28 Februari hingga 2 Maret 2026, sedikitnya 15 jadwal penerbangan dari dan menuju Doha, Dubai, dan Abu Dhabi terpaksa dibatalkan.

Data “Affected Flight Due to Middle East Military Activity Escalation” mencatat, pada 28 Februari 2026 terdapat lima penerbangan yang dibatalkan, yakni rute Doha–Denpasar (DOH–DPS), Dubai–Denpasar (DXB–DPS), serta Abu Dhabi–Denpasar (AUH–DPS). Total penumpang terdampak hari itu mencapai 3.074 orang, terdiri dari 1.443 penumpang kedatangan dan 1.631 penumpang keberangkatan.

Maskapai yang terdampak antara lain Qatar Airways dengan nomor penerbangan QR 960/961 dan QR 962/963 rute Doha–Denpasar, Emirates dengan EK 368/369 dan EK 398/399 rute Dubai–Denpasar, serta Etihad Airways dengan EY 476/477 rute Abu Dhabi–Denpasar.

Baca juga:  Badung Gerak Cepat Tangani Rabies di Kuta SelataN

Pada 1 Maret 2026, kembali lima penerbangan dibatalkan dengan total 2.767 penumpang terdampak (1.117 kedatangan dan 1.650 keberangkatan). Sementara pada 2 Maret 2026, lima penerbangan lainnya juga berstatus cancel dengan total 2.659 penumpang terdampak (1.328 kedatangan dan 1.331 keberangkatan).

Secara keseluruhan dalam tiga hari, sedikitnya 8.500 penumpang lebih terdampak pembatalan penerbangan internasional di Bali. Sebagian besar merupakan wisatawan mancanegara yang hendak kembali ke negara asal atau transit melalui Timur Tengah. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN