Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan Sumarajaya. (BP/win)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Bali, I Wayan Sumarajaya, merespons kabar sejumlah negara di kawasan Timur Tengah yang mengumumkan penutupan wilayah udara guna mengantisipasi potensi serangan susulan setelah Israel dan Amerika Serikat menggempur Iran pada Sabtu (28/2).

Sumarajaya menyebut, informasi yang diterimanya menyebutkan beberapa negara seperti Iran, Israel, Irak, Yordania, Qatar, Bahrain, Kuwait, Uni Emirat Arab, serta Suriah mengambil langkah tersebut sebagai bentuk antisipasi.

Baca juga:  Rencana Kebijakan Turis Dilarang Sewa Motor Bukan Kemunduran Pariwisata Bali

“Memang kami dengar ada beberapa negara yang mengumumkan menutup wilayah udaranya guna mengantisipasi serangan susulan, khususnya negara-negara di Timur Tengah seperti Iran, Israel, Irak, Yordania, Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Uni Emirat Arab (UEA) dan Suriah,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (1/3).

Terkait dampaknya terhadap pariwisata Bali, Sumarajaya menegaskan pihaknya masih melakukan koordinasi intensif dengan pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai serta otoritas bandara.

Baca juga:  Pembangunan Infrastruktur Monumental

“Untuk dampak terhadap pariwisata, saya masih berkoordinasi dengan pihak Bandara Ngurah Rai, apakah ada penerbangan yang batal. Saya juga koordinasi dengan pihak Otoritas Bandara. Saya belum dapat data penerbangan yang batal atau menunda penerbangan ke Bali,” ungkapnya.

Ia berharap situasi geopolitik tersebut tidak meluas dan tidak berdampak signifikan terhadap sektor pariwisata Bali yang tengah bergerak stabil.

“Mudah-mudahan hari ini ada info. Dan saya berharap perang ini tidak meluas dan tidak berdampak signifikan terhadap pariwisata Bali,” harapnya.

Baca juga:  Mantan Kajari Buleleng Minta Dibebaskan, Suwanto Sebut Masalah Keperdataan

Pihaknya akan terus memantau perkembangan situasi global dan memastikan komunikasi dengan para pemangku kepentingan berjalan lancar guna menjaga stabilitas kunjungan wisatawan ke Pulau Dewata. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN