Banjir yang melanda kawasan Kuta, Selasa (24/2). (ist)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Badung terus memperkuat upaya pengendalian banjir di kawasan Badung Selatan. Salah satu langkah strategis yang kini disiapkan adalah pembangunan sistem long storage di alur Tukad Mati guna menampung dan mengendalikan debit air saat musim hujan.

Informasi yang dihimpun pada Jumat (27/2), program tersebut telah memasuki tahap lelang melalui sistem pengadaan nasional Inaproc. Proyek ini tercatat sebagai Lelang Pembangunan Stasiun Pompa Banjir-Belanja Modal Bangunan Pengaman Sungai/Pantai dan Penanggulangan Bencana Alam-Pengawasan Pembangunan Pengendali Banjir Alur Tukad Mati (Long Storage) di Kabupaten Badung. Proyek tersebut dibiayai melalui APBD Kabupaten Badung tahun anggaran 2026 dengan nilai pagu paket sebesar Rp846.562.923,00 dan nilai HPS paket Rp846.497.338,00.

Baca juga:  Lindungi Pasar Rakyat, Pemkab Bangli Ajukan Ranperda Penataan Toko Swalayan

Melalui Bidang Sumber Daya Air, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Badung bertanggung jawab mengawasi pembangunan infrastruktur pengendali banjir tersebut. Program ini dirancang sebagai bagian dari upaya jangka panjang pemerintah daerah untuk mengurangi genangan yang kerap terjadi di kawasan padat aktivitas di Badung Selatan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Badung, AA Rama Putra tak menampik perihal rencana pembangunan long storage. Proyek ini kini tengah memasuki tahap pengadaan. “Saat ini sedang dalam proses lelang untuk beberapa proyek infrastruktur pengendali banjir,” katanya.

Selain pembangunan long storage, Pemkab Badung juga menyiapkan sejumlah proyek pendukung lain untuk meningkatkan kapasitas sistem drainase di beberapa titik rawan banjir. Drainase pengendali banjir akan dibangun di kawasan Basangkasa, Sunset Road, Campuhan, Dewi Sri (1, 2, dan 3), serta Pandawa.

Baca juga:  Bupati Giri Prasta Hadiri HUT ke-45 ST Dharma Putra Kekeran

Pemerintah daerah juga merencanakan peninggian badan jalan di Jalan Kunti. Ruas jalan sepanjang sekitar 100 meter tersebut akan ditinggikan karena posisinya lebih rendah dibandingkan aliran sungai di sekitarnya sehingga rawan tergenang saat hujan deras.

Selain itu, pembangunan drainase juga akan dilakukan di Banjar Semer, Kelurahan Kapal. Sistem drainase ini nantinya akan mengalirkan air menuju Sungai Yeh Poh sehingga diharapkan mampu mengurangi potensi genangan di kawasan permukiman.

“Drainase Banjar Semer Pembangunan drainase di Banjar Semer, Kelurahan Kapal, yang alirannya akan dibuang ke Sungai Yeh Poh. Sedangkan peningkatan Kapasitas Pompa dimana rencana pemasangan pompa dengan kapasitas 30.000 liter per detik di muara Tukad Mati,” terangnya.

Baca juga:  Karena Ini, Pengunjung Diskotek di Seminyak Ditangkap Bawa Narkoba

Saat terjadi banjir beberapa hari lalu, Dinas PUPR Badung juga mengerahkan puluhan personel untuk memastikan pompa pengendali banjir dapat beroperasi optimal. Sekitar 40 personel diturunkan ke lapangan, terdiri dari 30 orang untuk operasional pompa sedang dan 10 orang khusus menangani selang berat pada pompa besar.

“Kami berharap sistem pengendalian banjir di wilayah selatan dapat bekerja lebih efektif, sehingga aktivitas masyarakat dan sektor pariwisata tetap berjalan lancar meski curah hujan tinggi,” harapnya. (Parwata/balipost)

BAGIKAN