Petugas PUPR menangani bencana tanah longsor yang menutup saluran irigasi Subak Bakbakan di Banjar Sidan, Desa Sidan, Kecamatan Gianyar, Kamis (26/2). (BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Gianyar dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan bencana tanah longsor di Banjar Sidan, Desa Sidan, Kecamatan Gianyar, Rabu (25/2). Material longsor menutup total saluran irigasi Subak Bakbakan dan merusak properti warga.

Peristiwa bermula saat I Wayan Wardana (48), yang baru saja pulang bekerja, mendengar suara gemuruh yang cukup keras. Setelah dilakukan pengecekan, ia mendapati tembok panyengker di sisi barat milik warga telah ambruk dan menimbun saluran irigasi. Saksi segera melaporkan kejadian tersebut kepada Kelian Banjar Sidan, I Putu Sandhitya Yogi Anggara.

Baca juga:  Sampah Kiriman Mulai Serbu Pantai Kuta

Berdasarkan pendataan di lapangan oleh tim gabungan Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta BPBD Gianyar, saluran Irigasi tertimbun material tanah sepanjang 15 meter dengan ketinggian timbunan mencapai 5 meter.

Tembok penyengker milik I Kadek Suantika (35) jebol akibat pergerakan tanah. Korban diperkirakan mengalami kerugian material hingga Rp70.000.000.

Babinsa Desa Sidan, Sertu I Wayan Mardika, bersama Bhabinkamtibmas Aiptu Dewa Nyoman Oka Yasa segera turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan dan koordinasi dengan Dinas PUPR Gianyar.

Baca juga:  Jalan di Bantang Tertutup Longsor 

Konstruksi Dinas PUPR Kabupaten Gianyar, Dr. Ir. I Made Dwipa Arta, ST., MT., seizin Kadis PUPR Gianyar, Kamis (26/2) menyampaikan untuk sementara kondisi tanah masih labil. Penanganan saat ini masih dilakukan secara manual. “Rencana akan menggunakan alat berat untuk penanganan, agar aliran air irigasi dapat lancar karena saat ini petani dalam masa tanam,” tuturnya. (Wirnaya/balipost)

BAGIKAN