Candi Bentar Agung di Pura Kayangan Dalem Kauh, Desa Adat Saba, Kabupaten Gianyar, yang dilaporkan roboh, Selasa (24/2). (BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Blahbatuh menyebabkan kerusakan parah pada Pura Kayangan Dalem Kauh di Desa Adat Saba. Candi Bentar Agung di Pura Kayangan Dalem Kauh, Desa Adat Saba, Kabupaten Gianyar, dilaporkan roboh, Selasa (24/2). Peristiwa ini diperkirakan terjadi pada tengah malam, sekitar pukul 24.00 WITA.

Lokasi pura yang berada di jalur Jalan Pantai Saba tersebut terdampak langsung oleh rembesan air hujan. Selain Candi Bentar yang hancur, material reruntuhan juga dilaporkan menimpa satu bangunan suci lainnya, yakni Palinggih Peremenak/Togog.

Baca juga:  Karena Ini, Penanggulangan Abrasi Terhenti Dua Pekan

Menindaklanjuti laporan tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Saba, Aipda I Nyoman Mara Arta, bersama Babinsa, Pelda I Wayan Yasa, langsung terjun ke lokasi. Mereka melakukan pengecekan fisik serta berkoordinasi dengan pangempon pura dan prajuru Desa Adat setempat.

Kapolsek Blahbatuh, Kompol Luh Putu Sri Sumartini menjelaskan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, dampak finansial yang ditimbulkan cukup signifikan.

“Kerugian material diperkirakan mencapai kurang lebih Rp100 juta. Personel kami sudah di lapangan untuk membantu penanganan awal dan memastikan keamanan area,” ujar Kompol Sumartini.

Baca juga:  Dirjen Imigrasi Tindak 7.155 Pelanggar Administrasif

Aparat TNI-Polri bersama masyarakat setempat mulai membersihkan puing-puing bangunan. Pembersihan dijadwalkan akan berlanjut esok hari guna memastikan area pura benar-benar bersih dan aman untuk kegiatan keagamaan.

Kompol Sumartini mengimbau warga untuk tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan. Kondisi di lokasi saat ini terpantau aman dan kondusif, sementara pihak pangempon pura tengah merencanakan langkah restorasi lebih lanjut. (Wirnaya/balipost)

Baca juga:  Diguyur Hujan, Sholat Ied di Lapangan Renon
BAGIKAN