Kondisi salah satu Pustu di wilayah Tabanan, tepatnya di Kecamatan Marga. (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Sebanyak 17, dari total 77 puskesmas pembantu (pustu) di kabupaten Tabanan tercatat dalam kondisi rusak berat. Kerusakan dipicu usia bangunan yang telah tua dan faktor cuaca. Kendati demikian, pelayanan kesehatan kepada masyarakat dipastikan tetap berjalan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, dr. Ida Bagus Surya Wira Andi, S.Ked., M.M. mengatakan upaya perbaikan terus diusulkan secara bertahap agar layanan dasar di tingkat desa tidak sampai terganggu.

Baca juga:  Tiga Anjing Peliharaan Diamankan di Gilimanuk

“Kami memiliki 77 pustu dan 17 di antaranya memang perlu penanganan serius. Namun pelayanan kepada masyarakat tetap kami jalankan dengan berbagai penyesuaian,” ujarnya, Minggu (15/2).

Menurutnya, sebagian besar pustu yang mengalami kerusakan merupakan bangunan lama yang telah dipakai bertahun-tahun. Penurunan kualitas struktur ditambah terpaan cuaca membuat sejumlah bagian gedung tak lagi layak digunakan secara optimal.

Dan di tahun 2026 ini, kata dia, baru satu pustu yang bisa direhabilitasi melalui APBD Kabupaten Tabanan, yakni Pustu Belimbing di kecamatan Pupuan. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp 1,4 miliar termasuk kebutuhan jasa konsultasi perencanaan serta pengawasan.

Baca juga:  Ricuh, Keluarga Suanda Mengamuk Pelaku Diserang

“Kami berharap ke depan dukungan anggaran semakin besar sehingga perbaikan bisa dilakukan bertahap pada pustu lainnya,” imbuhnya.

Sembari menunggu rehabilitasi, Dinas Kesehatan tetap mengatur teknis pelayanan di lapangan. Peran puskesmas induk dimaksimalkan agar masyarakat di wilayah kerja pustu tetap memperoleh akses layanan kesehatan. (Dewi Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN