Petugas dari Polsek Nusa Penida melakukan olah TKP, Rabu (11/2). (BP/istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Seorang lansia berinisial Ketut WA ditemukan meninggal dunia di pondok kebun miliknya di Banjar Sebunibus, Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Selasa (10/2) sekitar pukul 18.00 WITA. Pada tubuh mantan dosen berusia 70 tahun ini tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Diduga, korban meninggal dunia akibat kelelahan setelah melakukan aktivitas memotong dan memangkas pohon di sekitar pondok berupa rumah semi permanen yang ditempatinya. Apalagi di sekitar lokasi penemuan jenazah, petugas menemukan sejumlah potongan kayu yang diduga baru saja ditebang korban.

Baca juga:  Catatan Lompatan Antara dan Eppi Meningkat

Kapolsek Nusa Penida, Kompol I Ketut Kesuma Jaya mengatakan, kejadian ini berawal dari kekhawatiran istri korban yang berada di Denpasar karena korban tidak bisa dihubungi selama empat hari. Keponakan korban kemudian mengecek rumah korban yang dalam keadaan terkunci.

Pencarian dilanjutkan ke pondok ladang milik korban. Sekitar pukul 18.00 WITA, korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia di kebun tersebut. Temuan itu selanjutnya dilaporkan ke Polsek Nusa Penida.

Baca juga:  Akan Diubah, Pola Pungutan Retribusi Wisatawan ke Nusa Penida

“Informasinya, selama tinggal di Nusa Penida, korban diketahui tinggal seorang diri di rumah semi permanen yang berjarak sekitar 12 kilometer dari jalan raya umum. Sementara rumah lamanya berada di Desa Sebunibus,” ungkap Kapolsek, Kesuma Jaya.

Setelah menerima laporan dari warga, pihak kepolisian langsung turun ke lokasi. Tiba di lokasi, petugas memasang garis polisi, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta mengamankan sejumlah barang bukti untuk kepentingan penyelidikan. “Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujarnya.

Baca juga:  Prajuru Desa Adat Selat Undur Upacara Mecaru

Sementara, berdasarkan kondisi fisik saat ditemukan, korban diduga telah meninggal dunia sekitar dua hari. Hal ini diperkuat keterangan warga yang sempat melihat almarhum berbelanja di pasar sebelum dilaporkan hilang kontak.

Meskipun penyelidikan dilakukan, pihak keluarga menerima kejadian tersebut dengan ikhlas dan menolak dilakukan otopsi. Keluarga juga tidak menempuh jalur hukum. Rencananya, jenazah almarhum akan dikremasi di krematorium wilayah Pundukdawa, Kecamatan Dawan, pada 14 Februari mendatang. (Sri Wiadnyana/denpost)

 

BAGIKAN