
JAKARTA, BALIPOST.com – PSSI memastikan menerima sanksi denda dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) terkait pelanggaran dalam penyelenggaraan pertandingan futsal internasional. Federasi juga menegaskan tidak akan mengajukan banding atas keputusan tersebut dan memilih menjadikannya sebagai bahan evaluasi ke depan.
Anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga, menyebut denda itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab federasi.
“Benar. Ya. Paling enggak supaya tahu itu, kan yang kena ya PSSI. Denda,” ujar Arya di Jakarta, dilansir dari Kantor Berita Antara, Selasa (10/2).
Menurut Arya, PSSI menerima keputusan AFC dengan lapang dada. Ia juga menegaskan bahwa futsal berada langsung di bawah naungan PSSI, termasuk dari sisi pembiayaan dan manajemen tim nasional.
“Ya diterima dari AFC. Supaya netizen banyak yang mengerti ya kalau futsal itu di bawah PSSI. Pembiayaan juga kita yang tanggung. Futsal kemarin di Piala Asia itu besar yang kita biayai,” katanya.
Ketika ditanya soal kemungkinan banding, Arya dengan tegas menutup opsi tersebut.
“Enggak lah. Ya sudah kita terima saja,” ujarnya singkat.
Berdasarkan keputusan Komite Disiplin AFC, PSSI dijatuhi total denda 14.000 dolar AS atau sekitar Rp235 juta. Rinciannya, denda 3.000 dolar dijatuhkan karena adanya individu yang memasuki lapangan dan area teknis tanpa akreditasi pada akhir laga Indonesia versus Korea Selatan, 27 Januari 2026.
Pelanggaran serupa kembali terjadi setelah laga yang sama, sehingga PSSI kembali didenda 3.000 dolar.
Selain itu, AFC menjatuhkan denda 5.000 dolar karena PSSI dinilai gagal memenuhi kewajiban pencegahan keselamatan serta menjaga ketertiban dan keamanan, menyusul masuknya penonton ke area lapangan.
Terakhir, PSSI kembali didenda 3.000 dolar akibat insiden lima penonton yang memasuki lapangan pada laga Iran versus Afghanistan, 1 Februari 2026.
Di luar isu futsal, Arya juga memaparkan perkembangan persiapan tim nasional senior jelang FIFA Series yang direncanakan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Ia mengungkapkan pelatih kepala John Herdman tengah aktif memantau pemain, baik di kompetisi domestik maupun di luar negeri.
“Pelatih sudah muter-muter, mengunjungi klub-klub, mantau Super League, yang di luar juga sudah mulai dipantau. Kita tunggu nanti setelah dia selesai keliling, pasti ada masukan ke kita,” ujar Arya.
Meski demikian, Herdman belum menyerahkan laporan resmi, termasuk soal kemungkinan pemanggilan pemain baru dari Eropa.
“Belum. Tunggu saja,” kata Arya.
Terkait format FIFA Series, Arya menjelaskan seluruh mekanisme pertandingan ditentukan langsung oleh FIFA. Indonesia berpeluang menghadapi Saint Kitts and Nevis pada laga pembuka.
“Dari FIFA. Yang pertama mungkin Saint Kitts Nevis,” ujarnya.
Ia menambahkan laga lain akan mempertemukan Bulgaria dan Kepulauan Solomon, dengan pemenangnya berpotensi menjadi lawan Indonesia berikutnya.
Arya juga menyinggung padatnya kalender sepak bola nasional sepanjang 2026, mulai dari AFF, Piala Asia kelompok umur, hingga FIFA Matchday, yang menuntut PSSI menyusun agenda secara lebih cermat.
“Banyak banget agenda ini. Sampai pusing,” tutupnya. (Suka Adnyana/balipost)










