I Dewa Bagus Riana Putra (BP/istimewa)

 

BANGLI, BALIPOST.com – Masyarakat Bangli diminta tidak hanya mempelajari bahasa Bali saat menghadapi perlombaan. Hal tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bangli, I Dewa Bagus Riana Putra, saat membuka Bulan Bahasa Bali ke-VIII tingkat Kabupaten Bangli di Balai Banjar Adat Griya Kawan, Senin (9/2).

“Jangan hanya belajar saat akan lomba atau mencari juara. Jadilah pelopor di masyarakat. Mari kita bangga menggunakan bahasa Bali dan busana adat Bali dalam keseharian,” kata Riana Putra.

Baca juga:  Revitalisasi Bahasa Bali

Ia mengatakan, bahasa dan sastra Bali merupakan bagian tak terpisahkan dari eksistensi manusia Bali. Bahasa, aksara, dan sastra Bali adalah identitas dan karakter masyarakat Bali. Sehingga kelestariannya harus dijaga secara konsisten.

Bulan Bahasa Bali ke-VIII Tahun 2026 yang digelar Pemkab Bangli diisi enam jenis perlombaan yakni nyatua Bali (Bercerita) tingkat SD, wiwada (Debat Bahasa Bali) tingkat SMA/SMK, ngwacen lontar (Membaca Lontar) tingkat SMA/SMK, nyurat aksara Bali tingkat SD, nyurat lontar/Ngrupak tingkat SMP, dan sambrama Wacana (Pidato Bahasa Bali) tingkat SMP. Lomba digelar tiga hari mulai Senin (9/2) hingga Rabu (11/2).

Baca juga:  Gunakan Platform Medsos untuk Pelestarian Bahasa Bali

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangli I Wayan Dirga Yusa menyampaikan bahwa bulan Bahasa Bali tahun ini memfokuskan pada pelestarian di tingkat generasi muda. (Dayu Swasrina/balipost)

 

BAGIKAN