Presiden Prabowo saat meresmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi yang diselenggarakan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1). (BP/BPMI Setpres)

JAKARTA, BALIPOST.com – Proses seleksi program Sekolah Rakyat (SR) dipersiapkan Kementerian Sosial. Tahun ini ditargetkan sebanyak 30 ribu siswa bisa ditampung.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, akrab disapa Gus Ipul menjelaskan kapasitas tersebut dapat terpenuhi apabila pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat selesai tepat waktu. Oleh karena itu, Kemensos terus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana.

“Kita lagi persiapan untuk seleksi tahun ini. Memang ada alokasi 30 ribu siswa tahun ini. Kalau semua gedung permanennya selesai, Insya Allah 30 ribu itu bisa ditampung,” ujar Gus Ipul di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2) dikutip dari Kantor Berita Antara.

Baca juga:  Usulan Sanksi Kurungan Pungutan Wisman Baru Wacana

Gus Ipul menjelaskan setiap gedung permanen dirancang untuk menampung sekitar 300 siswa, yang terdiri atas 100 siswa jenjang SD, 100 siswa jenjang SMP, dan 100 siswa jenjang SMA.

Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah juga tengah mempersiapkan kebutuhan tenaga pendidik, tenaga kependidikan serta tim seleksi siswa.

Proses seleksi siswa akan melibatkan sejumlah pihak, termasuk Dinas Sosial, Dinas Pendidikan Dasar dan Menengah serta Badan Pusat Statistik (BPS).

Baca juga:  Festival Reyog Ramaikan Grebeg 1 Suro di Ponorogo

Gus Ipul menegaskan sasaran utama program Sekolah Rakyat adalah anak-anak dari keluarga miskin yang masuk kategori miskin ekstrem (desil-1) dan kategori miskin (desil-2). Penetapan calon siswa nantinya juga harus melalui keputusan kepala daerah.

Ia mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan agar proses seleksi dilakukan secara transparan dan bebas dari praktik titipan maupun suap.

“Jadi, kami berharap tim seleksi untuk tidak main-main, tidak ada titipan, tidak ada suap-menyuap, tapi benar-benar mereka yang memenuhi kriteria untuk bisa sekolah di sekolah rakyat. Itu adalah jelas arahan Presiden,” ucapnya. (kmb/balipost)

Baca juga:  Guru Muda Lulusan Australia Mengajar di Sekolah Rakyat: Program Ini Tepat Sasaran
BAGIKAN