Karyawan mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026). Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat kembali menghentikan sementara perdagangan atau trading halt setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 8 persen menjadi 7.654,66 pada pukul 09.30 WIB. (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore (29/1) mengalami pemulihan seiring respon positif pelaku pasar terhadap kebijakan otoritas terkait dengan pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI).

IHSG ditutup melemah 88,35 poin atau 1,06 persen ke posisi 8.232,20. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 0,47 poin atau 0,06 persen ke posisi 813,01.

“Setelah dibuka kembali, IHSG sempat melemah lebih dalam, namun kemudian terjadi bargain hunting sehingga pelemahan IHSG berkurang,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dikutip dari Kantor Berita Antara.

Pada perdagangan hari ini, IHSG sempat mengalami trading halt atau pemberhentian perdagangan sementara pada pukul 09.26 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS), setelah IHSG mengalami pelemahan 665,89 poin atau 8,00 persen ke posisi 7.654,66, sebelum akhirnya mengalami pemulihan.

Baca juga:  Kopdes Merah Putih, Jembatan Desa Menuju Kemerdekaan Bidang Ekonomi

Merespon pengumuman MSCI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI akan menerbitkan revisi aturan batas minimal saham publik atau free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen pada Februari 2026. Ketentuan free float akan berlaku bagi emiten baru maupun yang sudah tercatat.

Apabila emiten tidak dapat memenuhi aturan ini, maka akan diberikan exit policy, namun saat ini belum dipastikan exit policy apa yang akan diterapkan.

BEI dan Self–Regulatory Organization (SRO) juga akan menyesuaikan dan menyampaikan proposal sesuai dengan yang dibutuhkan MSCI terkait permintaan transparansi free float saham di Indonesia.

Selain itu, OJK mengungkapkan pemerintah akan segera menerbitkan peraturan terkait demutualisasi PT Bursa Efek Indonesia (BEI), dan ditargetkan terbit pada kuartal I tahun 2026.

Baca juga:  Inkindo Bali Siap Dukung dan Bersinergi dengan Gubernur Bali

Lebih lanjut, otoritas berencana menyediakan data Ultimate Beneficial Owner (UBO) atau data pemilik manfaat terakhir kepada MSCI, yang akan difokuskan terlebih dahulu untuk konstituen IDX100.

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, satu sektor menguat yaitu sektor transportasi & logistik yang naik sebesar 0,36 persen.

Sedangkan, sepuluh sektor melemah yaitu sektor barang konsumen non primer turun paling dalam sebesar 4,78 persen, diikuti oleh sektor kesehatan dan sektor properti yang masing-masing turun sebesar 3,82 persen dan 3,65 persen.

Baca juga:  Pascapenerapan Tarif Trump, Pengamat Ingatkan Potensi "Bearish" IHSG

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu KIOS, ELIT, CUAN, FORE dan MEDS. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni GOLF, BUMI, VKTR, EXCL, dan BUVA.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 4.934.519 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 99,10 miliar lembar saham senilai Rp68,17 triliun. Sebanyak 214 saham naik, 521 saham menurun, dan 73 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 53,60 poin atau 0,10 persen ke 53.412,30, indeks Shanghai menguat 6,73 poin atau 0,16 persen ke 4.157,97, indeks Hang Seng menguat 141,17 poin atau 0,51 persen ke 27.968,08, dan indeks Strait Times menguat 20,68 poin atau 0,42 persen ke 4.930,02. (kmb/balipost)

 

BAGIKAN