Pengunjung menggunakan payung agar dapat melihat-melihat suasana serta beraktifitas di tengah cuaca hujan di Pantai Sanur, Denpasar. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kinerja kegiatan dunia usaha di Provinsi Bali pada triwulan IV 2025 melandai dibandingkan triwulan sebelumnya. Hal ini tercermin dari hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia yang mencatat nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 35,46%, turun dari 53,17% pada triwulan III 2025.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja di Denpasar, Selasa (27/1) menjelaskan, perlambatan tersebut terutama dipicu oleh menurunnya kinerja sektor pariwisata dan transportasi akibat kondisi cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi sepanjang triwulan IV 2025.

Lapangan Usaha (LU) Penyediaan Akomodasi serta Makan dan Minum (Akmamin) tercatat turun tajam dari 19,12% pada triwulan III 2025 menjadi -0,67% pada triwulan IV 2025. Sementara itu, LU Transportasi dan Pergudangan juga mengalami kontraksi dari 0,55% menjadi -0,92%.

Baca juga:  Mantan Kadisbud Denpasar Mulai Disidang

“Curah hujan yang tinggi dan cuaca ekstrem membatasi aktivitas wisata di Bali, sehingga berdampak langsung pada kinerja sektor pariwisata dan sektor pendukungnya,” ujar Erwin.

Kondisi tersebut sejalan dengan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang mencatat peningkatan frekuensi hujan lebat ekstrem di Bali sebesar 20% (quarter to quarter) pada triwulan IV 2025. Dampaknya terlihat pada penurunan jumlah kunjungan wisatawan.

Data Angkasa Pura Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali menunjukkan, kedatangan wisatawan nusantara dan mancanegara pada triwulan IV 2025 turun 13% (qtq), dari 3,4 juta orang pada triwulan sebelumnya menjadi 2,9 juta orang.

Baca juga:  Per 23 Februari, Empat Kabupaten di Bali Ini Siaga Banjir!

Selain pariwisata, perlambatan ekonomi Bali juga dipengaruhi oleh menurunnya kinerja lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib yang turun dari 5,55% menjadi 4,16%. Penurunan ini sejalan dengan pengetatan penggunaan anggaran serta perubahan prioritas kebijakan yang memperlambat serapan belanja pemerintah pada akhir tahun.

Meski demikian, penurunan kinerja dunia usaha Bali tertahan oleh sektor pertanian. Lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan justru menunjukkan peningkatan signifikan dari 9,07% pada triwulan III 2025 menjadi 12,34% pada triwulan IV 2025.

Baca juga:  Sukojin, Pemilik Gudang LPG Terbakar Tewaskan 18 Orang Dihukum Lebih Ringan dari Tuntutan

Peningkatan kinerja sektor pertanian didorong oleh meningkatnya ketersediaan air seiring musim penghujan serta berlangsungnya musim panen gadu atau panen padi musim tanam kedua pada Oktober hingga November 2025. Kondisi ini memberikan optimisme bagi pelaku usaha di tengah tekanan sektor pariwisata.

SKDU merupakan survei triwulanan Bank Indonesia yang bertujuan memotret kondisi dan ekspektasi dunia usaha terhadap perkembangan ekonomi dan inflasi. Di Provinsi Bali, survei ini melibatkan 130 pelaku usaha yang mewakili 17 lapangan usaha utama. (Suardika/balipost)

BAGIKAN