Kasi Humas Polres Buleleng, IPTU Yohana Rosalin Diaz. (BP/Yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Peristiwa dugaan pelecehan terjadi di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng. Seorang oknum guru, diduga melakukan tindakan tidak pantas dengan mencium seorang pegawai perempuan di lingkungan sekolah. Kasus tersebut kini telah dilaporkan ke Polres Buleleng dan tengah dalam penanganan kepolisian.

Korban diketahui berinisial MW (21), seorang perempuan asal Kecamatan Tejakula. Ia mengaku tidak terima atas perlakuan terduga pelaku berinisial Ketut SW, yang diduga merupakan oknum guru asal Singaraja.

Baca juga:  Penyuluh Bahasa Bali Perkuat Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (22/1) sekitar pukul 10.18 Wita, saat korban tengah melaksanakan tugas piket jaga di bagian front office sekolah.

Kasi Humas Polres Buleleng, IPTU Yohana Rosalin Diaz, saat dikonfirmasi Senin (26/1), membenarkan adanya laporan dugaan pelecehan tersebut. Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan awal, terlapor mendatangi korban yang sedang bekerja, lalu diduga melakukan tindakan tidak pantas dengan mencium korban sebanyak satu kali di depan umum.

Baca juga:  Perempuan, Pendidikan, dan Kebijaksanaan

“Saat itu korban sedang melaksanakan tugas. Tiba-tiba terduga pelaku datang dan langsung mencium korban,” jelas IPTU Yohana.

Akibat kejadian tersebut, korban merasa tidak nyaman dan akhirnya memutuskan untuk menempuh jalur hukum. Laporan resmi telah diterima Polres Buleleng dengan Nomor: LP/B/28/I/2026/SPKT/Polres Buleleng/Polda Bali, tertanggal 24 Januari 2026.

IPTU Yohana menambahkan, saat ini penyidik Polres Buleleng tengah melakukan serangkaian proses penyidikan guna mendalami peristiwa tersebut, termasuk mengumpulkan keterangan saksi dan alat bukti.

Baca juga:  Dana Transfer ke Daerah Capai Rp12 Triliun,

“Polres Buleleng berkomitmen menindaklanjuti setiap laporan masyarakat, terlebih kejadian ini terjadi di lingkungan pendidikan,” tegasnya. (Yudha/balipost)

 

BAGIKAN