Pekerja sedang membangun kios-kios di Pasar Anyar Sari, Denpasar. Revitalisasi lanjutan pasar ini menggunakan pola swadaya. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Setelah 40 kios di blok I Pasar Anyar Sari (Batukandik) rampung dibangun tahun 2025, memasuki tahun 2026 ini revitalisasi kembali menyasar kios di blok I sisi barat. Ada sekitar 132 bangunan kios yang direvitalisasi dengan menggunakan pola swadaya pedagang.

Hal tersebut diungkapkan oleh Dirut Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar, Ida Bagus Kompyang Wiranata saat diwawancarai, Senin (26/1). Dia mengatakan, pola swadaya yang digunakan pedagang ini menggunakan anggaran sekitar Rp4 miliar.

Baca juga:  Ada Laporan Suara Ledakan, Belasan Kios Pasar Anyar Sari Dilalap Si Jago Merah

Revitalisasi 132 kios yang digunakan oleh kurang lebih 80 pedagang ini merupakan tahap lanjutan dari revitalisasi blok I. “Ini lanjutan karena sebelumnya tidak bisa revitalisasi sekalian. Jadi harus bertahap,” ujarnya.

Menurut Gus Kowi, sapaan akrabnya, pola swadaya ini menjadi pilihan pedagang, yang selain memberikan tempat berjualan yang lebih representatif dan nyaman, dari sisi biaya juga lebih ringan. Hal ini mengingat pedagang akan dibebaskan biaya sewa dalam kurun waktu tertentu. Disamping itu, proses revitalisasi bisa lebih cepat dengan menggunakan pola swadaya.

Baca juga:  Kesetrum, Satu Karyawan Usaha Kacang Kapri Meninggal

Dengan penggunaan pola swadaya, pedagang nantinya akan dibebaskan biaya sewa dalam kurun waktu tertentu sesuai dengan perhitungan biaya revitalisasi yang dikeluarkan pedagang. Meski demikian, biaya operasional pedagang (BOP) masih tetap diberlakukan.

Disinggung terkait apakah masih ada bangunan di pasar tersebut yang perlu direvitalisasi lagi, Gus Kowi mengatakan, untuk sementara semua sudah direvitalisasi. “Ini yang terakhir, sementara belum ada lagi yang perlu direvitalisasi,” imbuhnya. (Widiastuti/balipost)

Baca juga:  Penutupan Akasaka Tidak Permanen
BAGIKAN