Ketua DPW PSI Bali, I Wayan Suyasa. (BP/win)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bali, I Wayan Suyasa, menegaskan pentingnya persatuan, kebersamaan, dan gotong royong sebagai kunci utama membesarkan PSI Bali. Penegasan tersebut disampaikannya usai dilantik oleh Ketua Umum DPP PSI, Kaesang Pangarep, dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) sekaligus Pelantikan Pengurus DPW, DPD, dan DPC PSI se-Bali yang digelar di The Trans Resort, Badung, Sabtu (24/1).

Dalam sambutannya, Suyasa mengapresiasi seluruh panitia dan kader PSI Bali yang telah menyukseskan rangkaian Rakorwil, meskipun diakui masih terdapat berbagai keterbatasan dalam pelaksanaan kegiatan.

“Segala sesuatu bisa berjalan dengan baik tentu tidak terlepas dari sikap persatuan dan gotong royong seluruh kader PSI Bali. Dengan kebersamaan, seluruh rangkaian Rakorwil ini bisa terlaksana,” ujarnya.

Baca juga:  Desa Adat Sading Pegang Teguh Pantangan Tak Gunakan Bata Merah

Suyasa juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran DPP PSI yang secara langsung datang ke Bali. Menurutnya, perhatian pimpinan pusat menjadi suntikan semangat dan motivasi besar bagi pengurus daerah untuk terus bekerja dan berkoordinasi secara intensif.

“Kehadiran Mas Kaesang dan jajaran DPP memberikan semangat luar biasa bagi kami di Bali. Ini menjadi motivasi besar untuk terus bergerak bersama,” katanya.

Ia menegaskan, membesarkan partai tidak bisa dilakukan secara individual, melainkan harus melalui kerja kolektif seluruh kader. Tanpa persatuan dan kebersamaan, menurutnya, perjuangan politik tidak akan memiliki arti.

“Tidak ada artinya saya berdiri sendiri dengan segala kekurangan. Tanpa persatuan dan kebersamaan, tidak mungkin kita bisa membesarkan PSI Bali. Mari bersatu dan saling menguatkan,” tegas Suyasa.

Baca juga:  PDAM Badung Ungkap Pencurian Air di Pecatu

Dalam konteks dinamika politik Bali yang selama ini dikenal memiliki warna politik tertentu, Suyasa optimistis kehadiran PSI tidak sekadar menjadi pelengkap, tetapi mampu memberi warna baru dan meramaikan demokrasi di Pulau Dewata.

“PSI tidak hanya mewarnai, tetapi akan meramaikan dan ikut ambil peran besar dalam dinamika politik Bali ke depan,” ucapnya.

Ia juga menyatakan optimisme bahwa PSI Bali mampu menembus posisi empat besar pada Pemilu 2029 mendatang. “Itu yang penting dan itu yang saya inginkan, PSI Bali masuk empat besar,” tegasnya.

Suyasa mengingatkan para kader, khususnya yang baru bergabung, agar tetap rendah hati dan menyadari bahwa politik merupakan proses panjang yang penuh tantangan dan risiko. Menurutnya, kekuatan PSI terletak pada konsistensi kerja, kejujuran, dan keberanian memulai dari langkah kecil.

Baca juga:  Jelang Nataru, Basarnas Bali Tingkatkan Kesiapsiagaan SAR

“Kita boleh kecil, tapi harus tajam dan jujur dalam perjuangan. Jangan berpikir apa yang kita dapat dari partai, tetapi apa yang bisa kita berikan untuk membesarkan PSI,” pesannya.

Menutup sambutan, Suyasa menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan maupun kinerja organisasi. Ia menegaskan PSI Bali masih dalam tahap belajar dan akan terus melakukan pembenahan.

“Mari kita saling bergandengan tangan dan saling menguatkan. Dengan dukungan DPP dan kerja bersama seluruh kader, PSI Bali siap menjalankan tanggung jawab untuk membesarkan partai,” tandasnya. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN