Kader PSI mengusung barong gajah saat Rakorwil DPW PSI Bali di Badung, Sabtu (24/1). (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Ketua DPC Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Badung, Putu Alit Yandinata, menjelaskan makna filosofis di balik kehadiran Barong Gajah Sena yang diperkenalkan dalam rangkaian kegiatan PSI di Bali.

Menurut Alit Yandinata, simbol Gajah Sena berakar dari kisah pewayangan Mahabharata, khususnya kelahiran Bima yang identik dengan kekuatan besar, keberanian, serta keteguhan hati. Gajah dipilih sebagai simbol karena merepresentasikan kebijaksanaan, perlindungan, dan kekuatan terbesar di hutan.

“Ketika ada kekuatan besar yang lahir, dalam cerita itu yang membantu memecahkan kekerasan dan kekakuan adalah Gadja Sena. Dengan sentuhan tangannya, sesuatu yang keras bisa cair, muncul rasa memiliki, rasa senang, dan kebaikan datang dari berbagai arah,” ujar Alit ditemui di lokasi acara, Sabtu (24/1).

Baca juga:  Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar HUT ke-76, Tetap Solid dan Berkomitmen Tingkatkan Mutu

Ia menegaskan, filosofi tersebut selaras dengan nilai-nilai PSI yang ingin menghadirkan kekuatan politik yang tegas namun tetap membumi, inklusif, dan mampu mencairkan persoalan-persoalan keras di tengah masyarakat.

Pembuatan Barong Gajah Sena sendiri dilakukan secara sederhana dan cepat, hanya memakan waktu dua hari. Hal ini, kata Putu Alit, menunjukkan kreativitas anak-anak muda PSI yang mampu memanfaatkan potensi seni dan budaya di Bali, khususnya di tingkat banjar.

Baca juga:  Puan Sebut PDIP Pertimbangkan Usung Kaesang di Pilkada Jateng

“Inisiatif ini murni dari panitia, Panitia Milangara. Anak-anak muda kita kreatif, dan di Bali hampir semua punya kemampuan seni. Jadi ini benar-benar karya kolektif,” jelasnya.

Terkait identitas budaya, Putu Alit menekankan bahwa meskipun PSI adalah partai nasional dengan simbol gajah, Barong Gajah Sena tetap mengacu pada budaya lokal Bali. Unsur barong dipilih sebagai bentuk penghormatan terhadap eksistensi dan kreativitas budaya Bali.

Baca juga:  Geliatkan Ekonomi, Gojek dan Bali United Inisiasi "Bangun Lagi, Bali"

“Kalau gajah itu simbol nasional PSI, barongnya mengacu pada budaya setempat. Ini adalah wujud bagaimana PSI hadir tanpa meninggalkan akar budaya Bali,” tambahnya.

Ke depan, Barong Gajah Sena tidak menutup kemungkinan akan ditampilkan dalam berbagai agenda PSI, baik di tingkat daerah maupun nasional, dengan tetap mengedepankan narasi kemenangan, persatuan, dan nilai-nilai kebajikan. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN