
DAVOS, BALIPOST.com – Presiden Prabowo Subianto bersama dengan pemimpin dari tujuh negara lainnya menghadiri acara peluncuran Dewan Perdamaian (Board of Peace) Gaza. Kehadiran Prabowo ini di sela-sela menghadiri acara World Economic Forum (WEF) 2026 di Congress Hall, Davos, Swiss, Kamis waktu setempat (22/1).
Indonesia memutuskan bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza sebagaimana disampaikan dalam pernyataan bersama menteri luar negeri dari delapan negara, yang diumumkan oleh Kementerian Luar Negeri RI, dikutip dari Kantor Berita Antara.
Delapan negara yang menyatakan bergabung sebagai anggota dalam Dewan Perdamaian Gaza, yaitu Indonesia, Turki, Mesir, Jordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UAE).
Dewan Perdamaian Gaza dipimpin oleh Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump selaku inisiator.
Di lokasi acara, Presiden Prabowo telah tiba sekitar pukul 11.00 waktu setempat, dan langsung masuk ruang VVIP (holding room) untuk menunggu acara dimulai. Menteri Luar Negeri RI Sugiono telah lebih dulu tiba di Congress Hall untuk menyambut kedatangan Presiden Prabowo dan memberikan pemaparan mengenai acara kepada Presiden.
Presiden Trump, sebagaimana disiarkan oleh kanal YouTube resmi Gedung Putih (White House), membuka acara pukul 11.15. Presiden Prabowo, yang mengenakan kopiah hitam dan setelan jas berwarna abu-abu, duduk di barisan depan di atas panggung bersama sejumlah pemimpin negara lainnya. Presiden Trump sempat menyapa Presiden Prabowo sebelum naik podium dan memberikan sambutan.
Dewan Perdamaian Gaza, yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump, merupakan tindak lanjut atas Rencana Komprehensif untuk Mengakhiri Konflik Gaza yang didukung dalam Resolusi 2803 Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Trump telah mengumumkan rencana pembentukan Dewan Perdamaian Gaza sejak minggu lalu dan mengundang pemimpin sejumlah negara untuk bergabung.
Trump menjelaskan Dewan Perdamaian Gaza itu dapat menjadi “otoritas sementara” di Gaza, Palestina, yang di antaranya bertugas untuk mengawasi mobilisasi sumber daya internasional untuk rakyat Palestina di Gaza.
Delapan negara yang memutuskan bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza, sebagaimana disampaikan dalam pernyataan bersama menteri-menteri luar negerinya, meyakini lembaga bentukan Trump itu dapat menjadi jalan mewujudkan perdamaian, gencatan senjata permanen, stabilitas dan keamanan bagi rakyat Palestina di Gaza.
Dalam pernyataan yang sama, delapan negara tersebut juga menekankan hak rakyat Palestina untuk mendirikan negara yang berdaulat sesuai dengan aturan hukum internasional.
Walaupun demikian, sejumlah negara menolak bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza, misalnya sebagian besar negara-negara Uni Eropa, termasuk Prancis, dan China. Negara-negara tersebut menyatakan mereka lebih percaya terhadap Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk pemulihan situasi di Gaza. (kmb/balipost)










