Alat berat memindahkan tumpukan kayu yang terdampar di Pantai Kuta, Badung, Selasa (20/1). Sampah dan kayu terdampar di pantai ini menjadi salah satu pekerjaan rumah bagi Bali yang harus dicarikan solusinya karena berdampak pada sektor pariwisata. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Bali dinobatkan sebagai peringkat pertama “The Travelers’ Choice Awards Best of the Best Destination List 2026” versi TripAdvisor. Raihan ini menjadi posisi tertinggi yang pernah diraih Bali sepanjang sejarah penilaian platform perjalanan dunia tersebut.

Ketua Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali, Dr. Gusti Kade Sutawa di Denpasar menyebut prestasi ini harus menjadi momentum Bali untuk berbenah. Sebab, di tengah prestasi global tersebut, Bali masih memiliki banyak pekerjaan rumah (PR) besar yang harus dituntaskan, seperti kemacetan lalu lintas, persoalan sampah, serta keterbatasan infrastruktur dan suprastruktur pariwisata yang belum sepenuhnya mampu mengimbangi lonjakan kunjungan.

“Predikat nomor satu dunia ini seharusnya menjadi momentum untuk berbenah. Diperlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan pariwisata, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha pariwisata, masyarakat, hingga dukungan pemerintah pusat, agar berbagai isu krusial tersebut bisa segera ditangani,” tegas Sutawa.

Baca juga:  Polisi Sidak Duktang di Lingkungan Sampiang

Menurutnya, tanpa langkah konkret dan kolaborasi yang kuat, prestasi internasional berpotensi tidak berbanding lurus dengan kualitas destinasi. “Tujuan akhirnya adalah pariwisata Bali yang berkelanjutan, bukan hanya ramai kunjungan, tetapi juga berkualitas dan berdaya saing jangka panjang,” paparnya.

Ia mengutarakan keberhasilan Bali mempertahankan daya tarik global tidak terlepas dari budaya yang bernapaskan Hindu serta keramahtamahan masyarakatnya.

Berdasarkan berbagai penelitian akademisi, dua faktor tersebut menjadi kekuatan utama Bali dibandingkan destinasi lain di dunia.

“Pada tahun 2025, kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali mencapai sekitar 7 juta orang, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 6,4 juta wisatawan. Ini menunjukkan Bali masih sangat diminati wisatawan asing,” ujar Sutawa, Rabu (21/1).

Baca juga:  Cek Jadwalnya, Donor Darah di Denpasar dan Sekitarnya 4 hingga 10 Januari 2026

Namun demikian, ia menegaskan bahwa peningkatan jumlah kunjungan belum tentu sejalan dengan peningkatan kualitas wisatawan. Di sisi lain, kunjungan wisatawan domestik justru mengalami penurunan.

Kondisi ini dipengaruhi oleh tingginya harga tiket pesawat serta menurunnya frekuensi penerbangan ke Bali dari sejumlah maskapai, sebagaimana diberitakan di media massa.

Tantangan lain yang dihadapi Bali adalah over supply akomodasi pariwisata. Saat ini, tingkat hunian hotel secara regional hanya berada di kisaran 50–60 persen, yang berarti sekitar 40–50 persen kamar masih kosong.

Baca juga:  Korban Tabrak Lari di Jalan Kerta Dalem, Pria Asal Klungkung Meninggal di TKP

Kondisi ini menandakan ketimpangan antara pertumbuhan akomodasi dan daya serap pasar.

Sementara itu dalam website Kementerian Pariwisata RI memuat, Bali secara konsisten berada dalam jajaran Top 10 destinasi terbaik dunia, namun belum pernah menduduki peringkat puncak. Penghargaan terbaru ini disusun berdasarkan ulasan dan penilaian wisatawan global sepanjang 2025, di mana Bali berhasil mengungguli destinasi-destinasi ikonik dunia seperti London (pemenang 2024), Dubai, Paris, Roma, dan Hanoi.

Selain dinobatkan sebagai Destinasi Terbaik Dunia, Bali juga meraih sejumlah penghargaan bergengsi lainnya, yakni peringkat pertama Destinasi Bulan Madu Terbaik, Top 10 Destinasi Budaya Terbaik, Top 10 Destinasi Wisata Solo Terbaik, serta Top 20 Kota Paling Tren di Dunia. (Suardika/balipost)

BAGIKAN