Jalan yang menghubungkan Titab-Sepang di Kecamatan Busungbiu, Buleleng jebol karena meluapnya sungai setelah wilayah itu dilanda hujan deras, Kamis (15/1). (BP/Istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Buleleng menyebabkan sejumlah bencana, Kamis (15/1). Di Kecamatan Busungbiu sejumlah jalan mengalami kerusakan.

Dari informasi yang dihimpun, sejumlah jalan tergerus air sungai yang meluap, dua di antaranya berada di Desa Titab dan Sepang.

Jalan di Desa Titab mengalami kerusakan terparah bahkan putus. Jalan yang jebol tersebut merupakan akses menuju SD Negeri 4 Pucaksari.

Menurut Kepala SD Negeri 4 Pucaksari, I Ketut Dipayana, kerusakan terjadi akibat luapan air Tukad Saba yang mengalir deras hingga menggerus badan jalan selebar kurang lebih tiga meter.

Baca juga:  Simakrama, Paslon GP Berkomitmen Tuntaskan Persoalan Air Bersih di Kubu

Akibat kejadian itu, akses menuju sekolah dari arah utara terputus. Sejumlah siswa dan guru yang biasa melintasi jalur tersebut mengalami kesulitan untuk menuju sekolah.

“Kondisi sekolah aman, yang terdampak hanya akses jalan. Jalan itu biasanya dilalui delapan siswa dan sebagian besar guru. Sementara siswa lain lewat dari arah selatan dan masih aman,” jelasnya.

Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng menginstruksikan agar proses pembelajaran di SD Negeri 4 Pucaksari sementara dilaksanakan secara daring. Namun demikian, pihak sekolah masih perlu berkoordinasi dengan Komite Sekolah untuk memastikan kesiapan orangtua siswa.

Baca juga:  Tumpukan Sampah Hari Raya Galungan Diolah Menjadi Kompos

“Pembelajaran daring pernah dilakukan saat Covid-19. Tetapi untuk saat ini perlu dibicarakan kembali terkait kesiapan orangtua, karena pembelajaran daring membutuhkan kuota internet, sementara kondisi ekonomi siswa beragam,” imbuh Dipayana.

Selain jalan jebol, tembok penyengker SMP Negeri 3 Busungbiu juga rusak akibat meluapnya Tukad Pulukan.

Kepala Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, mengatakan kerusakan parah terjadi di sisi barat sekolah. Bahkan, halaman sekolah dilaporkan mulai tergenang air dan nyaris memasuki ruang kelas.

Baca juga:  Kabur dari RSJ, ODGJ Curi Sejumlah Motor

“Sejauh ini air masih menggenang di halaman sekolah. Ruang kelas masih aman karena pondasinya cukup tinggi. Mudah-mudahan curah hujan menurun sehingga luapan air tidak semakin menggerus bangunan sekolah dan tidak masuk ke ruang kelas,” ujarnya, Jumat (16/1).

Demi keselamatan siswa dan tenaga pendidik, Disdikpora Buleleng juga menginstruksikan agar proses pembelajaran di SMP Negeri 3 Busungbiu sementara dilakukan secara daring. Terkait perbaikan tembok penyengker yang rusak, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida. (Nyoman Yudha/balipost)

BAGIKAN