Harga emas di awal 2026 ini menunjukkan tren kenaikan yang signifikan. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Harga emas di awal tahun ini terus melambung dan menunjukkan tren kenaikan signifikan. Bahkan, kenaikannya tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut turut berdampak pada tingginya permintaan masyarakat. Demikian juga stok emas Antam saat ini disebut kosong.

Kepala Departemen Gadai Pegadaian Area Denpasar 1, Donny Herwindo, Rabu (14/1) mengatakan, lonjakan harga emas terjadi cukup tajam dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Saat ini harga emas sudah mencapai Rp2,6 juta per gram. “Kalau dibandingkan tahun lalu di 2025, harga emas masih di kisaran Rp1,5 juta sampai Rp1,6 juta per gram. Sedangkan tahun ini, per hari ini sudah berada di atas Rp2,6 juta per gram,” ujarnya.

Baca juga:  Perayaan Tumpek Krulut: Odalan Gamelan dan Hari Kasih Sayang ala Hindu

Menurut Donny, kenaikan tersebut tergolong sangat signifikan sekitar 70 persen dalam setahun. Meski demikian, tingginya harga emas tidak menyurutkan minat masyarakat. Antusiasme masyarakat Bali, khususnya di Denpasar, dinilai semakin meningkat untuk berinvestasi emas. Terkait tren investasi, Donny melihat adanya peningkatan kesadaran masyarakat khususnya di Denpasar.
“Alhamdulillah, masyarakat di Bali sangat antusias. Dengan kenaikan harga yang signifikan ini, selain investor lama, juga muncul investor-investor baru yang ikut memborong emas,” ungkap Donny.

Baca juga:  Maling Gasak Tiga Ekor Babi Milik warga Kubu

Ia mengakui, kelangkaan emas Antam saat ini menjadi tantangan tersendiri. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pegadaian menyiapkan sejumlah alternatif bagi masyarakat. Seperti produk emas Pegadaian yakni Galeri24 serta tabungan emas. Untuk tabungan emas, masyarakat tidak harus menunggu ketersediaan emas fisik. Nasabah bisa menabung emas dengan pecahan kecil tanpa harus memegang fisiknya langsung.

Demikian awal Januari ini, Pegadaian Area Denpasar 1 mencatat penjualan emas yang cukup besar yakni lebih dari 10 kilogram emas. Itu terdiri dari emas Galeri 24, produk UPS, dan tabungan emas. “Totalnya sekitar 10.300 gram sampai hari ini,” katanya.

Baca juga:  Antisipasi Badai La Nina, Menteri PUPR Kosongkan Ratusan Bendungan

Terkait komposisi antara permintaan emas sisik dan tabungan, Donny menyebutkan merata. Masing-masing memiliki pasarnya sendiri.  “Ada yang ingin memegang emasnya secara fisik, ada juga yang memilih menabung sedikit demi sedikit. Masing-masing punya kelebihan,” imbuhnya. (Widiastuti/bisnisbali)

BAGIKAN