Longsong rusak atap SDN 3 Gitgit. (BP/Yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng, dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan tebing di belakang Gedung SDN 3 Gitgit mengalami longsor. Atap sekolah pun mengalami kerusakan akibat kejadian ini.

Perbekel Desa Gitgit, I Putu Arcana, dikonfirmasi, Selasa (13/1), menjelaskan bahwa kejadian longsor berlangsung secara bertahap sejak sekitar dua hari lalu.

Puncaknya terjadi pada Senin malam sekitar pukul 23.00 WITA, saat material longsoran kembali bergerak dan membawa pohon yang kemudian menimpa atap bangunan sekolah.

Baca juga:  Senderan Gedung SDN 2 Pedawa Rawan Longsor

“Longsor ini terjadi sedikit demi sedikit sejak dua hari lalu. Tadi malam sekitar jam 11, material kembali bergerak. Tidak sampai menjebol bangunan, namun atap sekolah terdampak. Sekitar lima lembar seng beserta rangka kayu rusak dan tertimbun material,” jelasnya.

Menurut Arcana, tebing yang longsor memiliki ketinggian sekitar 10 meter. Area yang terdampak berada di ruang kelas 1 dan berdekatan dengan kantor guru. Kondisi tersebut membuat pihak sekolah dan para guru khawatir akan potensi longsor susulan, terlebih masih terdapat material batu di tebing yang dinilai cukup berat.

Baca juga:  Tebing Setinggi 10 Meter Longsor, Timbun Jalan di Kubusalya

Sebagai langkah penanganan awal, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng telah melakukan pemangkasan pohon yang berpotensi membahayakan serta membantu pembersihan material longsoran di lokasi kejadian.

“Yang paling dikhawatirkan adalah longsor susulan. Material batu di atas tebing cukup besar dan berat, sehingga perlu penanganan lanjutan agar aktivitas belajar mengajar di sekolah bisa berjalan dengan aman,” pungkas Arcana. (Yudha/balipost)

 

BAGIKAN