Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Gianyar, Jumat (2/1) sore memicu banjir di sejumlah lokasi. Banjir salah satunya terjadi di Jalan Dharma Giri. (BP/Istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Gianyar, Jumat (2/1) sore memicu banjir di sejumlah lokasi. Banjir parah di antaranya terjadi di Jalan Dharma Giri, Kota Gianyar, Blahbatuh, dan Serongga.

Di Jalan Dharma Giri, sejumlah kendaraan terjebak banjir yang cukup tinggi. Bahkan viral di media sosial, sebuah mobil harus dievakuasi karena tak bisa melintas akibat tingginya air.

Sementara itu, di wilayah Serongga, banjir selain disebabkan curah hujan yang tinggi juga karena dimensi drainase yang kecil dan mampet sehingga tak bisa menampung volume air yang besar.

Baca juga:  Ditinggal Mudik, Delapan Kamar Kos Terbakar

​Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, IGN Dibya Presasta, seizin Kepala BPBD Kabupaten Gianyar, Ida Bagus Putu Suamba, membenarkan adanya banjir di sejumlah lokasi. Ia mengatakan tim gabungan melakukan penyedotan air menggunakan mesin pompa untuk mempercepat penyusutan genangan yang mengganggu arus lalu lintas tersebut.

Ia menyebut, berdasarkan pantauan petugas BPBD dan relawan hingga Jumat malam, kondisi air di beberapa titik banjir secara bertahap mulai menyusut seiring dengan selesainya pembersihan drainase dan meredanya intensitas hujan.

Baca juga:  Sulit Dapat Solar, Pengangkutan Sampah Terganggu

Selaim banjir di beberapa ruas jalan protokol, sambaran petir dilaporkan merusak struktur bangunan di Pura Gunung Rata, Desa Adat Margasangkala, Desa Bedulu, Blahbatuh.

Bagian gelung kiri pada Kori Agung Pura Gunung Rata, di bagian ekor naga sebelah kiri rusak.
​”Material batu yang tersambar petir terlihat berserakan di depan Kori Agung. Reruntuhan tersebut juga jatuh menimpa Pelinggih Apit Lawang bagian timur hingga menyebabkan bagian murda dan util-nya hancur,” ujar Dibya Presasta.

Baca juga:  Bunyi Kulkul Tandai Pembukaan GPDRR ke-7

BPBD Gianyar mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan dan rutin mengecek kondisi saluran air di lingkungan masing-masing guna mencegah penyumbatan serupa kembali terjadi. (Wirnaya/balipost)

BAGIKAN