
TABANAN, BALIPOST.com – Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, memiliki tiga potensi wisata air terjun yang kini semakin diminati, yakni Air Terjun Blamantug, Dedari, dan Rajapala. Ketiganya tidak hanya menawarkan keindahan alam pegunungan, tetapi juga dikenal sebagai lokasi aktivitas spiritual dan penyembuhan batin.
Perbekel Pujungan I Wayan Rimayasa, Jumat (2/1) menyebutkan ketiga air terjun tersebut sejak lama dimanfaatkan masyarakat untuk ritual melukat, meditasi, dan bertapa. “Ini warisan leluhur yang sampai sekarang masih dijaga kesakralannya,” ujarnya.
Akses menuju lokasi relatif mudah. Dari Desa Pujungan, jarak tempuh sekitar 10 menit dengan kondisi jalan yang sudah tertata. Selain sebagai objek wisata, sumber air dari kawasan ini juga dimanfaatkan untuk irigasi pertanian warga melalui Subak Bantiran.
Lanjut dipaparkan, untuk Air Terjun Blamantug menjadi yang paling menarik perhatian. Dengan ketinggian sekitar 70–80 meter, air terjun ini kerap digunakan umat untuk melukat. Ditambah lagi di kawasan Blamantug terdapat Pura Singsing yang menjadi pusat aktivitas spiritual. Menurut Rimayasa, kawasan ini memiliki daya tarik kuat bagi penekun spiritual.
Berbeda dengan Blamantug, Air Terjun Dedari memiliki karakter lebih tenang. Dengan ketinggian sekitar 15 meter dan lingkungan yang masih alami, lokasi ini banyak dikunjungi wisatawan yang mencari ketenangan. Suasana sunyi dan alam yang terjaga menjadi daya tarik utama.
Sementara itu, Air Terjun Rajapala dikenal sebagai tempat bertapa dan meditasi. Air terjun bertingkat dengan ketinggian mencapai 60 meter ini menawarkan suasana hening yang mendukung aktivitas spiritual. Rimayasa menambahkan, jumlah kunjungan ke tiga air terjun tersebut terus meningkat. “Hampir setiap hari ada pengunjung. Jika cuaca baik, bisa mencapai sekitar 50 orang,” katanya.
Dan untuk pengelolaan ketiga air terjun tersebut saat ini berada di bawah BUMDes Sanjiwani Desa Pujungan. Tiket masuk ditetapkan Rp 15.000 untuk wisatawan domestik dan Rp 25.000 bagi wisatawan mancanegara.
Dengan adanya potensi kearifan lokal yang dimilikinya ini ke depan, Pemerintah Desa Pujungan berencana akan membuka peluang kerja sama dengan investor untuk mengembangkan potensi wisata tersebut. “Kami di desa tentunya membutuhkan pihak ketiga agar pengembangan bisa dilakukan secara optimal,” tegas Rimayasa.(Puspawati/balipost)










