Sejumlah wisatawan nusantara (Wisnus) berada di kawasan obyek wisata (BP/Dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Jumlah kunjungan wisatawan nusantara (Wisnus) pada tahun 2025 tercatat sebanyak 9.284.643 orang, mengalami penurunan 8,3 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 10.120.786 orang. Jika kunjungan pada 2025 dan 2024 dibandingkan, jumlah penurunan wisatawan hampir mencapai 850 ribu orang atau tepatnya 836.143 orang.

Hal ini diungkap Gubernur Bali, Wayan Koster berdasarkan data sementara yang dihimpun dari BPS Provinsi Bali dan PT Angkasa Pura per 31 Desember 2025.

Berdasarkan data, penurunan wisnus terlihat cukup menonjol pada beberapa bulan, terutama Oktober yang turun 21,2 persen, Desember 41,4 persen, Juli 13,7 persen, dan September 10,8 persen. Meski demikian, pada beberapa bulan awal tahun seperti Januari dan Maret, kunjungan wisnus masih menunjukkan pertumbuhan positif.

Baca juga:  Kasus Korupsi KUR di Buleleng, Karyawan Bank Jadi Saksi di Pengadilan Tipikor Denpasar

Namun demikian, sepanjang tahun 2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali tercatat mencapai 7.050.314 orang, meningkat 11,3 persen dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 6.333.360 orang. Kenaikan ini setara dengan tambahan sekitar 716.954 wisatawan.

Menurut Koster, pencapaian ini menunjukkan kebangkitan kuat pariwisata Bali, khususnya dari sektor wisman. Apalagi, Peningkatan kunjungan wisman terjadi hampir di seluruh bulan sepanjang tahun 2025. Lonjakan signifikan tercatat pada Januari sebesar 26,2 persen, Juni 22,5 persen, April 17,5 persen, serta Desember 13,3 persen.

Baca juga:  Ratusan Kru dan Operator "Fastboat" di Pelabuhan Sanur Jalani Rapid Test

Capaian ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah pariwisata Bali, termasuk jika dibandingkan dengan periode sebelum COVID-19.

Secara akumulatif, total kunjungan wisman dan wisnus ke Bali sepanjang tahun 2025 mencapai 16.334.957 orang. Angka ini mengalami penurunan tipis sekitar 0,7 persen dibandingkan total kunjungan tahun 2024 yang mencapai 16.454.146 orang.

Gubernur Koster menegaskan bahwa penurunan tipis secara total ini tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa pariwisata Bali mengalami kelesuan.

“Sebagai destinasi wisata dunia, Bali tetap sangat diminati oleh masyarakat internasional. Data ini sekaligus menjawab bahwa anggapan Bali sepi adalah tidak benar,” tegasnya.

Baca juga:  Visual Asap Gunung Agung Tak Teramati, Dua Kemungkinan Ini yang Terjadi

Memasuki tahun 2026, dikatakan Pemerintah Provinsi Bali akan melakukan evaluasi komprehensif terhadap penurunan jumlah wisatawan nusantara. Evaluasi tersebut akan mencermati berbagai faktor, antara lain kemungkinan penurunan jumlah penerbangan ke Bali, tingginya harga tiket pesawat, isu kebencanaan seperti banjir, serta perubahan pola perjalanan wisatawan nusantara dari jalur udara ke jalur darat.

“Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar perumusan kebijakan pariwisata Bali ke depan agar tetap berkelanjutan, berkualitas, dan memberi manfaat optimal bagi masyarakat Bali,” pungkas Koster. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN