Timnas Putri Indonesia siap berlaga di SEA Games 2025. (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Langkah Timnas Putri Indonesia di SEA Games 2025 harus dimulai dengan ujian superberat. Menghadapi tuan rumah Thailand di Stadion Chonburi pada laga pembuka Grup A, Kamis (5/12),

Garuda Pertiwi dipaksa mengakui keperkasaan lawan dengan skor telak 0-8.

Tampil di hadapan publik sendiri, Thailand langsung menekan sejak menit pertama. Indonesia yang mencoba bermain tenang justru dikejutkan oleh gol cepat pada menit ke-8, ketika upaya Nafeeza Nori menghalau bola malah membentur rekannya, Gea, dan bersarang ke gawang sendiri, dirilis dari Kantor Berita Antara.

Baca juga:  Update Korban Bencana di Sumatera: Meninggal Capai 916 Jiwa, 274 Orang Masih Hilang

Gol itu menjadi pembuka banjir serangan Thailand yang tak terbendung. Aupachai Pattaranan (21’), Silawan Intamee (27’), dan Saowalak Pengngam (44’) membuat babak pertama ditutup dengan skor 4-0. Kiper Indonesia, Iris De Rouw, tampil heroik dengan serangkaian penyelamatan, namun tekanan Thailand terlalu masif.

Memasuki babak kedua, pelatih Akira Higashiyama mencoba menambah agresivitas dengan memasukkan Remini Rumbewas dan Marsela Awi, tetapi Thailand justru semakin menggila. Dua penalti yang dikonversi Jiraporn Mongkoldee (48’, 51’) menambah luka Indonesia. Thailand terus melanjutkan dominasi lewat Panittha Jeeratanapavibul (55’) dan gol keempat Jiraporn pada menit ke-59.

Baca juga:  Sebanyak 8,2 Juta Orang Manfaatkan Program CKG

Indonesia sempat memperoleh peluang emas pada menit ke-74 lewat tembakan keras Aulia Mabruroh, namun kiper Thailand, Thichanan Sodchuen, tampil sigap menjaga gawangnya tetap perawan.

Kekalahan ini menempatkan Indonesia di posisi terbawah Grup A, sementara Thailand memimpin klasemen dengan tiga poin. Dengan hanya dua tim teratas yang berhak melaju ke semifinal, jalan Indonesia semakin terjal.

Garuda Pertiwi wajib bangkit saat menghadapi Singapura pada laga kedua, Minggu (7/12). Laga tersebut akan menentukan nasib Indonesia, apakah tetap menjaga harapan atau harus angkat koper lebih cepat dari pesta olahraga Asia Tenggara ini. (Suka Adnyana/balipost)

Baca juga:  PBI Perkenalkan Kebaya ke Dunia

 

BAGIKAN