
SINGARAJA, BALIPOST.com – Menjelang perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan, PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bali Utara menghimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memasang penjor. Pemasangan penjor yang terlalu dekat dengan jaringan listrik dinilai berpotensi membahayakan keselamatan dan mengganggu pasokan listrik ke rumah warga.
Manajer PLN UP3 Bali Utara, Elashinta, menekankan bahwa penjor harus dipasang pada jarak aman minimal 2,5 meter dari sisi kanan, kiri, atas, maupun bawah jaringan listrik. Jarak tersebut menjadi standar untuk mencegah penjor mengenai kabel listrik, terutama saat tertiup angin atau saat kondisi cuaca buruk.
“Sebaiknya pemasangan penjor pada jarak aman sekitar 2,5 meter agar tidak mengenai jaringan listrik,” ujar Elashinta, Selasa (11/11).
Dijelaskannya, penjor yang dipasang terlalu dekat dengan kabel berpotensi menyebabkan gangguan kelistrikan, bahkan pemadaman listrik mendadak di wilayah sekitar. Gangguan ini tentu akan mengganggu kenyamanan warga saat merayakan hari suci keagamaan.
Selain mengganggu suplai listrik, penjor yang terbuat dari bambu dan dihiasi bahan mudah terbakar juga memiliki risiko lebih besar. Apabila bersentuhan dengan kabel yang bertegangan, bukan hanya bisa menimbulkan korsleting, tetapi juga memicu kebakaran hingga merusak alat elektronik di rumah. “Standarnya 2,5 meter. Jangan sampai penjor berada dekat kawat listrik,” tegasnya.
Elashinta menambahkan, gangguan jaringan tidak hanya berasal dari penjor, namun juga dari ranting atau dahan pohon yang menyentuh kabel. Proses pemulihan jaringan memerlukan waktu karena petugas harus memeriksa titik gangguan hingga memperbaiki kerusakan pada peralatan.
“Jika terjadi gangguan, bisa menyebabkan kebakaran pada peralatan, dan proses perbaikan memerlukan waktu. Layanan listrik pasti akan terputus sementara,” jelasnya.
Melalui himbauan ini, PLN berharap masyarakat turut berperan aktif menjaga keamanan jaringan listrik saat memasang penjor. Dengan memastikan jarak pemasangan yang aman, kenyamanan beribadah dan kelancaran pelayanan listrik selama Galungan dan Kuningan dapat terjaga. (Yudha/balipost)








