DENPASAR, BALIPOST.com – Dewasa ayu atau ala ayuning dewasa memiliki peran penting sebagai pedoman dalam menentukan waktu yang tepat untuk melakukan sebuah kegiatan dalam tradisi masyarakat Bali. Secara etimologis, ala berarti buruk atau kurang baik, sedangkan ayu berarti indah, baik, atau utama.

Dewasa bermakna hari, waktu, atau momentum. Maka, ala ayuning dewasa dapat dipahami sebagai perhitungan waktu yang mempertimbangkan sisi baik (ayu) dan kurang baik (ala), sehingga dapat dipilih saat yang paling harmonis untuk suatu kegiatan.

Baca juga:  Potensi Angin Kencang di 4 Kabupaten, Cek Prakiraan Cuaca Bali 10 Juli 2025

Memilih waktu yang tepat untuk melakukan sebuah kegiatan ataupun upacara sama halnya dengan menjaga keseimbangan antara sekala dan niskala. Berikut ala ayuning dewasa hari ini, 8 Oktober 2025 dikutip dari kalenderbali.org:

Amerta Dewa
Baik untuk melakukan Panca Yadnya khususnya Dewa Yadnya, membangun tempat-tempat suci/ibadah, membuat lumbung maupun dapur.

Banyu Urug
Baik untuk membuat bendungan. Tidak baik untuk membuat sumur.

Catur Laba
Baik untuk bepergian menuju arah utara, upacara Manusa Yadnya, dan Pitra Yadnya.

Baca juga:  OTT di Imigrasi Ngurah Rai Ternyata Sudah Di-SP3, Kajati Ungkap Alasannya

Cintamanik
Baik untuk melakukan upacara potong rambut.

Guntur Umah/Graha
Baik untuk membangun atau memindahkan rumah.

Kala Katemu
Baik untuk menangkap ikan, berburu, mapikat, memasang jerat, kungkungan, mengadakan pertemuan.

Kala Luang
Baik untuk membuat terowongan, menanam ketela atau umbi-umbian.

Kala Suwung
Tidak baik untuk dewasa ayu, berkunjung.

Pepedan
Baik untuk membuka lahan pertanian baru. Tidak baik untuk membuat peralatan dari besi.

Baca juga:  Libatkan Puluhan Ribu Pelajar, KPU Bali Tanamkan Demokrasi dari Bangku Sekolah

Sedana Yoga
Baik untuk membuat alat berdagang, tempat berdagang, mulai berjualan karena akan murah rejeki.

Titibuwuk
Baik untuk menghilangkan penyakit karena guna-guna dan sejenisnya. Tidak baik untuk memulai suatu pekerjaan penting bepergian, membuat tangga/banggul. (Sumarthana/balipost)

BAGIKAN