Ilustrasi representasi mata uang kripto termasuk Bitcoin, Dash, Ethereum, Ripple dan Litecoin. (BP/Dokumen Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Dompet crypto merupakan salah satu fitur penting yang harus kamu miliki sebelum melakukan trading atau investasi dalam cryptocurrency.

Karena itu kamu harus memilih dompet crypto yang memiliki sistem keamanan berlapis.

Dengan menggunakan defi wallet maka kamu bisa menyimpan, dan melakukan transaksi terhadap aset crypto.

Untuk itu, kamu harus memilih crypto wallet terbaik yang bisa melakukan staking, airdrop, menyimpan NFT, dan lainnya.

Selain itu, kamu juga bisa melakukan swap crypto dengan mudah, sehingga kamu tidak harus menukar dalam bentuk uang fiat terlebih dahulu.

Dengan fitur swap crypto maka kamu bisa melakukan trading dengan berbagai koin crypto lebih cepat dan mudah.

Jenis-Jenis Dompet Crypto

Dalam cryptocurrency banyak jenis dompet crypto yang bisa kamu gunakan untuk menyimpan aset crypto. Karena itu, dompet crypto terbagi dalam beberapa jenis, diantaranya adalah:

1. Dompet Hangat

Dompet hangat adalah jenis dompet crypto yang selalu terhubung ke internet. Contoh dari dompet ini adalah dompet exchange, aplikasi, atau ekstensi browser.

Kelebihan dompet ini adalah akses yang mudah, sehingga sangat ideal bagi orang-orang yang sering melakukan trading atau transaksi dengan cepat. Namun, penting untuk diingat bahwa jenis dompet ini lebih rentan terhadap serangan peretas.

2. Dompet Dingin

Dompet dingin, seperti hardware wallet atau paper wallet, tidak terhubung dengan internet. Biasanya berbentuk perangkat yang mirip USB.

Dompet ini adalah pilihan paling aman untuk menyimpan crypto, karena lebih kebal terhadap serangan online. Ini sangat cocok bagi kamu yang ingin menyimpan aset dalam waktu lama.

5 Rekomendasi Defi Wallet di Indonesia

Banyak dompet crypto yang bisa dipilih, tetapi yang terbaik tentu bisa dihitung. Berikut adalah 5 rekomendasi defi wallet yang dapat kamu gunakan, diantaranya adalah:

1. Pintu Web3 

Pintu Web3 adalah dompet DeFi terbaik yang memungkinka pengguna mengakses berbagai peluang DeFi (Decentralized Finance) untuk memperoleh yield atau profit secara pasif.

Baca juga:  Partisipasi di GIIAS, Hino Pamerkan 8 Kendaraan Unggulan

Melalui Pintu Web3, pengguna dapat melakukan swap berbagai aset crypto secara langsung dari dompet mereka dengan proses yang cepat, aman, dan efisien.

Fitur swap ini memungkinkan pertukaran aset lintas jaringan tanpa harus menggunakan platform eksternal, sehingga seluruh proses bisa dilakukan dalam satu aplikasi.

Selain itu, pengguna juga dapat berpartisipasi dalam protokol seperti peminjaman dan peminjaman aset crypto, staking token dengan imbal hasil kompetitif, hingga strategi yield farming di berbagai ekosistem DeFi terkemuka.

Wallet ini terintegrasi langsung dengan berbagai protokol DeFi, sehingga pengguna bisa mengelola aset dan menghasilkan keuntungan tanpa perlu keluar dari aplikasi.

Pintu Web3 adalah wallet crypto yang mudah digunakan untuk simpan aset, swap token, dan jelajahi dunia crypto, DeFi, & NFT dalam satu aplikasi.

Lewat fitur in-app browser, investor atau trader crypto bisa eksplor DeFi langsung dari aplikasi Pintu Web3 staking, borrow-lending, yield farming hingga trading di DEX.

Pintu Web3 juga mendukung berbagai token dan jaringan blockchain seperti Solana, Base, BSC Network dan masih banyak lagi.

Berikut adalah beberapa keuntungan dari dompet Web3:

– Teknologi Perlindungan MPC

Kunci dibagi menjadi beberapa komponen, dengan salah satu komponen dipegang oleh pengguna, yang mengurangi risiko kelemahan.

– Sistem Deteksi Penipuan

Dengan adanya firewall, pengguna dompet Web3 dari Pintu mendapatkan perlindungan tambahan, karena dapat mendeteksi penipuan yang mungkin terjadi dan memberikan peringatan saat ada transaksi yang berisiko.

– Banyak Pilihan Jaringan

Dompet Web3 memudahkan akses ke berbagai jaringan seperti Ethereum, BNB Chain, Arbitrum, dan Polygon, dengan banyak opsi. Pengembangan untuk jaringan lainnya masih berlangsung.

2. Ledger

Dompet hardware cold storage yang terkenal di Indonesia. Ledger telah ada cukup lama dan dikenal dengan dompet cold storage-nya, yang paling terkenal saat ini adalah Ledger Nano S.

Baca juga:  BPS Catat Kenaikan Kunjungan Wisman di Pintu Masuk Utama

Dompet ini menggunakan mikrokontroler yang menghasilkan dan menyimpan kunci pribadi. Ini berarti kunci pribadimu tersimpan di dompet itu sendiri, sepenuhnya terputus dari internet dan pihak ketiga.

Keuntungan:

-Metode yang sangat aman untuk menyimpan cryptocurrency
– Mudah dibawa ke mana saja
– Dompet menyimpan kunci pribadimu
– Mendukung banyak koin

Kekurangan:

– Kurang praktis untuk transaksi langsung
– Memerlukan akses ke PC untuk digunakan atau melakukan transaksi
– Harus membayar untuk perangkat kerasnya

3. Trezor

Dompet ini merupakan pelopor di bidangnya, sudah ada sekitar 10 tahun sejak perusahaan ini didirikan pada tahun 2012.

Marek Palatinus, salah satu pendirinya, terinspirasi untuk menciptakannya setelah mengalami pencurian crypto. Ia kehilangan 3. 000 BTC akibat kejadian tersebut.

Saat itu, kerugian diperkirakan sekitar 12. 000 dolar, namun kini sudah bernilai sekitar 23,7 juta dolar. Pengalaman pahit itu memotivasi pengembangan storage dingin untuk Bitcoin, dan inilah asal mula Trezor. Dompet crypto ini juga cukup terkenal sebagai dompet dingin di Indonesia.

Keuntungan:

– Keamanan tinggi, memiliki fitur keamanan terbaik yang menjadikannya storage dingin
– Mendukung berbagai koin, berbeda dengan beberapa dompet Bitcoin offline
– Kompatibilitas dengan banyak platform
– Kunci yang berbeda bisa disimpan di lokasi yang bervariasi.

Kekurangan:

– Pelanggaran keamanan oleh peretas terjadi pada tahun 2017, yang mengakibatkan pencurian kunci pribadi.
– Harga yang tinggi.
– Tidak mendukung beberapa koin yang paling populer.

4. Dompet OKX

Dompet digital terdesentralisasi yang dapat berfungsi di berbagai blockchain, memudahkan pengguna untuk memasuki dunia Web3.

Dengan OKX, Anda dapat menjelajahi lebih dari seribu fitur dan protokol DApp seperti DEX lintas rantai, yield farming, pasar NFT OKX, dan banyak DApp lainnya.

Baca juga:  Pelaku Bom Bunuh Diri di Polsek Astanaanyar Tewas, Sempat Menerobos Barisan Apel

OKX Wallet menjadi salah satu pilihan dompet crypto terbaik di Indonesia. Untuk membuat akun OKX Wallet, Anda hanya perlu mengatur kata sandi di aplikasi OKX.

Kelebihan:

– Sangat user-friendly bagi semua kalangan.
– Akses cepat ke Web3.
– Privasi terjamin tanpa perlu pihak ketiga.
– Mendukung berbagai jaringan untuk mengelola aset di lebih dari 60 jaringan, termasuk Solana, Ethereum, TRON, OKC, BSC, Arbitrum, zkSync, Aptos, dan lainnya.

Kekurangan:

– Proses penarikan di OKX memiliki batasan, dan beberapa pengguna mengeluhkan biaya penarikan yang tidak transparan.

5. MetaMask

Banyak orang menganggap MetaMask sebagai salah satu dompet crypto yang paling banyak digunakan saat ini.

Ekstensi browser ini memudahkan akses ke NFT, pasar, dan fitur lain. Selain itu, MetaMask juga memungkinkan penyimpanan beberapa alamat, sehingga Anda dapat membuat alamat terpisah untuk setiap NFT yang ingin dibeli.

Untuk menginstal Crypto Wallet MetaMask, yang dianggap sebagai salah satu dompet crypto terbaik di Indonesia, kamu bisa menggunakannya di berbagai browser.

Kelebihan:

– Mudahkan untuk dikustomisasi sesuai preferensi Anda.
– Transaksi dapat disinkronkan antara versi web dan mobile.
– MetaMask di perangkat mobile dilengkapi browser internal untuk aplikasi NFT dan DeFi.
– Juga mudah untuk mengganti alamat ETH atau mengirim token ERC-721 langsung ke Aplikasi MetaMask.

Kekurangan:

– Banyak aplikasi MetaMask yang tidak resmi. Oleh sebab itu, penting untuk selalu berhati-hati.
– Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif.

Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor. (Adv/balipost)

BAGIKAN