Iring-iringan pengemudi ojek online (ojol) mengantarkan jenazah Affan Kurniawan ke TPU Karet Bivak di Jakarta, Jumat (29/8/2025). Jenazah pengemudi ojol Affan Kurniawan yang meninggal dunia usai terlindas mobil rantis Brimob saat Aksi 28 Agustus itu dimakamkan di TPU Karet Bivak. (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan yang tewas terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat aksi unjuk rasa di Jakarta pada Kamis (28/8), dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Jumat (29/8) siang.

Dikutip dari Kantor Berita Antara, sejumlah rekan sesama pengemudi ojek daring ikut mengantar jenazah Affan dari rumah duka ke tempat peristirahatan terakhirnya. Mereka nampak memadati area pemakaman.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 Anies Baswedan sempat melayat ke rumah duka. Keduanya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Affan.

Baca juga:  Sepuluh Hari Jalani PSBB, Penambahan Kasus COVID-19 di Jatim Masih Tinggi

Seperti diketahui, Affan tewas akibat terlindas rantis Brimbob saat aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh sejumlah elemen masyarakat di Gedung DPR/MPR berakhir ricuh.

Merespons peristiwa tersebut, Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri Irjen Polisi Abdul Karim memastikan penanganan kasus itu dilakukan secara transparan.

Dia mengatakan penanganan kasus tersebut dilakukan bukan hanya dari Propam Mabes Polri, tetapi juga bersama dengan Korps Brimob mengingat pelaku penabrakan merupakan anggota Brimob.

Baca juga:  Dukung Masyarakat Jalani PPKM, GoFood Hadirkan Ini

Menurut dia, sebanyak tujuh anggota Satbrimob Polda Metro Jaya sedang diperiksa terkait insiden tersebut.

Ketujuh anggota Satbrimob Polda Metro Jaya itu diketahui berada di dalam mobil rantis yang menabrak pengemudi ojol saat kerusuhan berlangsung.

Di sisi lain, Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia Raden Igun Wicaksono meminta agar pemerintah memastikan perlindungan dan jaminan keselamatan bagi seluruh pengemudi ojek daring yang kerap bekerja di jalanan dan rawan terjebak dalam konflik massa.

“Peristiwa ini menjadi pukulan berat bagi seluruh pengemudi ojek online di Indonesia, khususnya bagi keluarga besar Garda Indonesia. Affan Kurniawan bukanlah bagian dari kerusuhan, melainkan korban yang terjebak di tengah situasi bentrokan,” kata Igun.

Baca juga:  Tujuh Anggota Brimob Ditetapkan Langgar Kode Etik

Dia pun mengimbau rekan-rekan ojek online di seluruh Indonesia agar mengadakan doa bersama di masing-masing daerah dan tabur bunga sebagai simbol berduka.

Selain itu, untuk menghindari tragedi serupa di kemudian hari, dia meminta rekan-rekan pengemudi ojek online agar menahan diri sehingga tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. (kmb/balipost)

BAGIKAN