bangunan bale pedanaan (tempat dana punia) di Pura Silayukti, Desa Padangbai, Manggis roboh diterjang angin, Sabtu (22/3). (BP/Istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Angin kencang (ngelinus) yang terjadi pada Sabtu (22/3) menyebabkan kerusakan di sejumlah lokasi di Karangasem. Dua di antaranya adalah bangunan bale pesandekan di Pura Dadia Agung Pasek Kayu Selem Besakih dan bangunan bale pedanaan (tempat dana punia) di Pura Silayukti, Desa Padangbai, Manggis.

Bendesa Adat Padangbai I Made Sudiarta membenarkan adanya perihal tersebut. Kata dia, bangunan tersebut berada di bagian dalam areal pura. Warga melakukan gotong royong untuk membersihkan bangunan yang roboh tersebut.

Baca juga:  Sambut KTT G20, Daerah Kumuh hingga Median di Bali Dihijaukan

“Sebelum roboh, sebelumnya sempat ada sepasang pamedek yang berteduh usai melakukan persembahyangan. Karena ada angin kencang, pemedek itu kemudian dipanggil oleh Jero Mangku untuk berteduh bersama-sama, sehingga pindah tempat. Astungkara tak ada korban jiwa,” katanya.

Sudiarta mengatakan, dengan adanya kerusakan ini, pihaknya segera berkoordinasi untuk bisa dilakukan perbaikan. Termasuk, proses upacara yang dilakukan pascakejadian ini. “Untuk proses upacara kami masih tentukan hari baik dulu,” jelasnya.

Baca juga:  IBTK, Omzet Tukang Ojek Capai Jutaan Rupiah

Sementara itu, Penglingsir Pura Dadia Agung Pasek Kayu Selem Besakih, Jro Mangku Nyoman Redana mengatakan, bangunan yang roboh merupakan bangunan yang berada di luar pura. Saat kejadian, kebetulan di pura sedang sepi.

“Untuk sementara waktu, kami melakukan penanganan khusus terhadap bangunan yang rusak. Rapat untuk membahas tindakan pascamusibah tersebut, baru akan dilakukan setelah Hari Raya Nyepi. Karena sebelum Nyepi kami masih ada acara lain, mungkin setelah itu baru akan kita bahas bersama pengurus dadia dan warga,” imbuhnya. (Eka Parananda/balipost)

Baca juga:  Persoalan TPA Mandung Belum Tuntas, Posisi Kadis LH Kosong
BAGIKAN