Gede Supriatna. (BP/Dokumen)

SINGARAJA, BALIPOST.com – KPU Kabupaten Buleleng saat ini telah usai melakukan pleno di tingkat Kabupaten. Sejumlah nama-nama calon yang akan menduduki kursi di DPRD pun sudah mulai terlihat jelas.

Bahkan dominasi PDI Perjuangan masih sangat terlihat dalam perolehan suara di tingkat Kabupaten. Hanya saja, PDIP dalam posisi bertahan dengan perolehan 18 kursi. Hal ini pun sangat melenceng jauh dari 25 target kursi yang ditetapkan.

Baca juga:  Dari Kantong Parkir Urai Kemacetan hingga Elektabilitas Capres Tertinggi

Sekretaris PDI Perjuangan Kabupaten Buleleng ditemui Selasa (5/3) mengakui jika PDI Perjuangan saat ini hanya bertahan di 18 kursi. Pasalnya, dapil 1 Kota Singaraja dan Dapil 9 Kecamatan Sukasada mengalami penurunan kursi akibat ketatnya persaingan.

Beruntung ada penambahan di Dapil 5 Kecamatan Gerokgak dan Dapil 4 Kecamatan Tejakula. Ini sudah barang tentu akan menjadi evaluasi ke depannya, karena tidak mencapai target. Kita akui pula persaingan sangat ketat di dua dapil, yakni dapil Kota Singaraja dan Dapil Kecamatan Sukasada,” jelas Supriatna.

Baca juga:  Pasien COVID-19 Tetap Nyoblos, Ini Teknisnya

Selain karena persoalan persaingan yang cukup ketat, menurut Supriatna, ada juga caleg-caleg yang bertarung tidak bekerja sama sekali, yang mengakibatkan perolehan suara turun drastis. “Ke depan kita akan terus berbenah guna menyiapkan dan melakukan pemetaan kader-kader yang memiliki potensi nantinya,” terang Supit.

Dari 18 kader yang lolos ke DPRD Buleleng, ada 5 wajah baru atau newcomer. Mereka adalah Made Mudita, A.A Ketut Widia Putra, Dewa Nyoman Sukardina, Dewa Komang Yudi Astra dan Nyoman Somasuara. Sedangkan 13 calon lainnya masih diisi oleh petahana. (Nyoman Yudha/balipost)

Baca juga:  Pilkada Buleleng, PDIP akan Usung Peraih Hasil Survei Tertinggi
BAGIKAN