Petugas sedang melakukan rapid test. (BP/eka)

BANGLI, BALIPOST.com – Rapid test hari pertama yang dilakukan di Banjar Serokadan, Desa Abuan, Bangli berhasil menyasar 1200-an krama, Kamis (30/4). Dari data yang berhasil dihimpun, rapid test dilakukan di empat lokasi.

Yakni Balai Banjar Dinas Serokadan sebanyak 348 warga (335 reaktif), Tempek Selatan sebanyak 500 warga (6 reaktif), Tempek Utara sebanyak 276 warga (16 reaktif), dan di SD 2 Abuan sebanyak 86 warga (semuanya reaktif). Dengan demikian, total warga yang melaksanakan rapid test sebanyak 1.210 orang dengan hasil non reaktif 766 orang dan reaktif 443 orang.

Pelaksanaan rapid test juga dipantau langsung Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra. “Sebelum saya pulang tadi sudah ada 1200an yang di-rapid test. Ternyata yang reaktif menurut rapid test jumlahnya mencapai 400an,” ujarnya dalam keterangan pers di Kantor Diskominfos Bali, Kamis (30/4).

Menurut Dewa Indra, warga yang hasil rapid test-nya reaktif langsung diambil spesimen swab-nya untuk diuji di laboratorium. Ini untuk memastikan apakah mereka benar-benat positif COVID-19 atau tidak.

Sebab, untuk menyatakan positif COVID-19 maka hasil akhir yang dipakai adalah pengujian swab. Pelaksanaan rapid test masih akan berlanjut, Jumat (1/5) karena total warga yang disasar sebetulnya mencapai 2300-an orang.

Baca juga:  PDIP Buka Pendaftaran Bakal Calon Bupati dan Wabup Bangli

“Karena jumlahnya cukup banyak, masih ada seribu lagi yang belum, maka rapid test-nya akan dilanjutkan besok,” imbuhnya.

Dewa Indra menambahkan, warga yang positif COVID-19 sesuai hasil uji swab akan ditangani Gugus Tugas Provinsi Bali. Sedangkan yang negatif ditangani pemerintah kabupaten.

Bupati Bangli I Made Gianyar dikatakan sudah mengambil keputusan untuk mengisolasi Banjar Serokadan, Desa Abuan mulai Kamis. Artinya, Banjar itu kini tertutup atau tidak boleh ada yang keluar-masuk ke sana.

Ini lantaran di Banjar itu banyak ditemukan hasil rapid test yang reaktif. “Mulai besok bahkan akan disiapkan dapur umum untuk memberikan pelayanan konsumsi kepada masyarakat disana untuk memastikan tidak ada lagi pergerakan masyarakat keluar-masuk Banjar Serokadan,” paparnya.

Dewa Indra menyebut keputusan mengisolasi Banjar Serokadan boleh dilakukan. Hal itu bahkan tidak membutuhkan persetujuan siapapun.

Selain di Bangli, lanjut Dewa Indra, rapid test juga sedang berlangsung di Lingkungan Padangkerta, Karangasem. Sementara ini ada sekitar 12 orang yang reaktif dan akan dilanjutkan dengan pengujian spesimen swab. (Rindra Devita/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.