hibah
Ilustrasi. (BP/dok)

BANGLI, BALIPOST.com – Atlet karate di Bangli yang berhasil meraih medali di ajang pekan olahraga provinsi (Porprov) mempertanyakan kepastian pencairan bonus. Pasalnya hingga tujuh bulan Porprov berlalu, bonus yang dijanjikan belum juga dibayarkan. Hal itu diungkapkan Kepala Pelatih Atlet Karate Bangli Wayan Suarja, Jumat (17/4).

Suarja mengatakan para atlet mempertanyakan bonus porprov cair lantaran sangat dibutuhkan. Terlebih di tengah situasi wabah corona seperti sekarang. Banyak dari mereka yang sudah dirumahkan dan di-PHK oleh perusahaan tempatnya bekerja. “Kalau mungkin tidak ada corona mungkin tidak sampai atlet mengeluhkan hal ini,” terangnya.

Suarja mengaku pihaknya sudah beberapa kali mempertanyakan pencairan bonus porprov tersebut pihak KONI Bangli. Dari jawaban yang diterimanya, dikatakan bahwa pencairan bonus masih berproses di bagian hukum dan di dinas pendidikan.

Sebagaimana yang dijanjikan, besaran bonus yang berhak diterima para atlet peraih medali beragam. Untuk atlet peraih perunggu nilainya Rp 7,5 juta. Menurun dari sebelumnya Rp 15 juta. Peraih medali perak dijanjikan dapat Rp 15 juta, menurun dari sebelunya Rp 20 juta. Sedangkan peraih medali emas dijanjikan Rp 45 juta, naik dari sebelumnya Rp 30 juta.

Dari 22 atlet karate yang maju di Porprov September lalu, sebut Suarja yang berhasil meraih emas ada tiga orang, perak dua orang dan perunggu 7 orang. Pengalaman Porprov tahun-tahun sebelumnya, biasanya bonus atlet peraih medali dicairkan sebelum Desember. “Nah sekarang sampai April belum ada kepastian,” ujarnya.

Baca juga:  Atlet Buleleng Dibekali Pemahaman Mental dan Psikologi Jelang Porprov

Pihaknya saat ini hanya bisa berharap segera ada kepastian soal pencairan bonus tersebut. Pihaknya juga minta KONI Bangli lebih memperhatikan atlet keseluruhan. Sehingga di ajang Porprov tahun berikutnya, peringkat Bangli tidak seperti sekarang. “Sepanjang sejarah ikut porprov, bahwa Bangli urutan terakhir,” ungkapnya.

Dikonfirmasi mengenai hal itu, Ketua Umum KONI Bangli Sang Kompyang Suarjaksa mengatakan sampai saat ini pencairan bonus porprov tersebut masih berproses. Pihaknya tidak bisa memastikan kapan bonus itu akan dibayarkan.

Karena pencairannya nanti akan dilakukan oleh Disdikpora Bangli. “Bukan KONI yang langsung mencairkan,” ujarnya.

Biasanya pencairan bonus Porprov dilakukan di anggaran perubahan. Namun karena pada anggaran perubahan tahun lalu, pemerintah daerah kekurangan dana sehingga pencairan bonus diundur ke anggaran induk 2020.

Dia mengatakan, tak hanya dana bonus porprov, dana operasional di KONI Bangli sampai sekarang juga belum cair. Sehingga kegiatan di KONI tersendat dan pegawai belum bisa terima nafkah. (Dayu Swasrina/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.