I Nengah Nadi. (BP/dok)

BANGLI, BALIPOST.com – Jumlah warga asal Bangli yang positif terinfeksi virus corona terus bertambah. Berdasarkan data yang ditampilkan Pusat Informasi Covid-19 Kabupaten Bangli yang terakhir diupdate Sabtu (11/4), terdapat 7 orang warga Bangli yang positif COVID-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli dr. I Nengah Nadi dikonfirmasi Minggu (12/4) mengatakan, sudah ada satu warga positif yang sembuh. Warga yang sudah sembuh tersebut berasal dari Desa Abuan, Susut.

Saat ini pasien itu sudah dibolehkan pulang dari RSUP Sanglah dan tinggal di Denpasar. Sedangkan enam warga positif lainnya kini masih menjalani perawatan di ruang isolasi.

Dua diantaranya di RSUP Sanglah, 1 di RSU Sanjiwani Gianyar, dan 3 orang di RS PTN Unud. Berdasarkan informasi yang diterimanya, kondisi keenam warga asal Bangli tersebut saat ini sudah membaik. Tinggal menunggu tes selanjutnya sesuai SOP.

Kata Nadi, adanya tambahan warga Bangli yang positif COVID-19, tiga orang tercatat sejak dua hari lalu. Sebelumnya hanya ada 4 warga Bangli yang positif COVID-19.

Dari total 7 warga itu, enam diantaraanya merupakan pekerja migran. “Yang tambahan 3 itu baru datang dari luar negeri. Belum dapat pulang ke Bangli. Begitu mendarat langsung di-rapid test hasilnya positif dan swabnya juga positif sehingga langsung dirawat,” jelasnya.

Baca juga:  Tujuh Warga Bangli Positif COVID-19 Sembuh, Ini Asal Desanya

Selain melakukan pemantauan terhadap perkembangan warga yang positif COVID-19, Dinas Kesehatan Bangli juga terus memantau warga Bangli yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (PDP).

Di sisi lain soal ketersediaan alat rapid tes Covid-19, Nadi mengatakan pihaknya belum lama ini sudah mendapat pasokan dari Pemerintah Provinsi Bali sekitar 150 buah alat. Alat tersebut disiapkan untuk pelaksanaan rapid test tahap dua terhadap beberapa warga yang sempat kontak dengan PDP yang tinggal di LC Aya Kecamatan Bangli, dan Desa Belanga, Kintamani. “Sebelumnya kami sudah diberikan 100 buah,” ujarnya.

Selain alat rapid test, pihaknya juga memastikan alat pelindung diri (APD) masih tersedia. Cukup untuk persiapan minggu depan. “Usulan kita 150, dikasinya lumayan,” imbuhnya. (Dayu Swasrina/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.