Suasana sosialisasi pencegahan COVID-19 di Desa Buahan, Payangan. (BP/Istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Dinas Kesehatan Provinsi Bali bekerjasama dengan Universitas Warmadewa (Unwar) dan BKKBN Provinsi Bali turun ke Desa Buahan, Kecamatan Payangan mensosialisasikan pencegahan virus Corona pada Kamis (9/4). Dalam kegiatan tersebut tim gabungan ini mengedukasi masyarakat dengan berkeliling ke seluruh wilayah desa setempat.

dr. Made Sarmadi MARS. selaku wakil Dekan Tiga FKIK Unwar menerangkan dalam kegiatan ini Unwar bekerjasama dengan Diskes Provinsi Bali dan BKKBN Provinsi Bali, dalam rangka penanggulangan pencegahan covid 19. Kegiatan ini mengambil lokasi di Desa Buahan selaku desa binaan Unwar. “Khusus di Kab Gianyar, Desa Buahan Kecamatan Payangan ini merupakan desa binaan Fakultas Kedokteran Warmadewa,” katanya.

Kamis merupakan hari keempat tim gabungan ini turun ke desa melakukan sosialisasi dalam rangka pencegahan COVID-19. Sebelumnya kegiatan serupa dilakukan di Desa Melinggih Kelod dan Melinggih Kaja pada 6 April lalu.

Di hari yang sama itu juga menyasar Puskesmas Payangan dan Kantor Camat Payangan. “Kemudian kita kelilingi setiap Banjar di dua desa itu, hari kedua kamu ke Desa Bukian, Puhu dan Kerta, hari ketiga di Desa Bresela, Kelusa, dan sekarang di Desa Buahan ini luas jaraknya jauh dan kami juga akan memberikan penerangan ke setiap banjar,” katanya.

Di Kantor Desa Buahan pihaknya sendiri sudah bertemu dengan pengurus desa setempat. Mereka pun ikut diedukasi terkait cara benar mencuci tangan. “Tadi kita bertemu pengurus desa, kita serahkan berupa lipglet. Dan kita serahkan sejumlah masker serta banner dan juga stiker supaya nanti masyarakat dapat memanfaatkan dan melihat itu,” katanya.

Baca juga:  Dirawat Sehari, Begini Kondisi Pasien Pengawasan Corona RSD Mangusada

dr. A.A Sagung Mas Dwipayani M.Kes selaku Kasi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Provinsi Bali berharap agar masyarakat lebih waspada, tetapi tidak panik dan tetap melakukan pencegahan terutama rajin cuci tangan. “Rajinlah cuci tangan sebelum menyentuh daerah mulut hidung dan mata, sebelum menyentuh anak usahakan tangan bersih dengan melakukan enam langkah cuci tangan di air mengalir dan sabun, ” katanya.

Ia juga meminta masyarakat agar tetap melakukan sosial distencing dan physical distancing. Terpenting jangan sampai keluar atau berkerumun. ” Keluar hanya untuk urusan penting dan jangan berkerumun, ” katanya.

Ia juga mengingatkan bila ada keluarga sakit agar segera dibawa ke puskesmas terdekat atau rumah sakit. Masyarakat juga dihimbau tidak melakukan diskriminasi atau perundingan terhadap ODP atau PDP. “Karena penyakit itu akan bisa sembuh kalau kita bener-benar melakukan isolasi mandiri selama 14 hari di rumah dan melakukan hidup bersih dan sehat dengan mengonsumsi sayur dan buah, tidur cukup enam sampai tujuh jam, minum air putih minimal 8 gelas per hari, dan ikuti anjuran pemerintah, ” tandasnya. (Adv/balipost)