Ajik Kober Poleng. (BP/win)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Di tengah gencarnya pemerintah memutus rantai penyebaran virus Corona atau COVID-19 di Bali, masyarakat Bali diminta saling bergotong royong dan membantu satu sama lain. Apalagi saat ini banyak krama Bali yang kehilangan mata pencaharian.

Berbagi bisa dilakukan siapa saja. Seperti halnya Ajik Kober Poleng, yang merupakan pedagang nasi jingo di Dalung. Ajik Kober Poleng berinisiatif memberikan nasi jinggo betutu secara gratis di seputar Jalan Raya Dalung Permai, Badung.

Pria asal Singaraja ini setiap harinya menyediakan 80 sampai 100 bungkus nasi jinggo yang siap diberikan kepada orang yang membutuhkan terutama bagi anak-anak kos yang sedang dirumahkan dari perusahaannya akibat pandemi COVID-19.

Inisiatif yang mulia ini dilakukan secara spontan. Sebab, sejak Bali terdampak COVID-19 penjualannya mengalami penurunan omzet.

Atas dasar itulah ia ingin beramal dengan menggratiskan dagangannya kepada orang-orang yang membutuhkannya, dengan harapan bisa membantu orang-orang yang sedang kesulitan makan karena kehilangan mata pencaharian, terutama pada bidang sektor pariwisata. “Karena itulah saya berinisiatif untuk berbagi, agar bisa membantu orang yang membutuhkan,” ujarnya saat ditemui di lokasi jualan, Kamis (9/4).

Baca juga:  Bantu Rakyat Kecil, Polisi dan TNI Inisiasi Gerakan Seribu Bungkus Nasi Jinggo

Untuk menghindari kerumunan, pihaknya tidak menyediakan tempat bagi orang-orang untuk makan di lokasi jualannya. Orang-orang yang membutuhkan nasi akan diberikan dan disarankan untuk langsung kembali ke rumah tinggal masing-masing.

“Kadang-kadang ada donatur, dermawan yang memborong nasi saya, lalu disuruh untuk dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Saya sangat bersyukur, karena semakin banyak orang yang peduli sesama di tengah situasi sulit saat ini,” ungkapnya pria berusia 45 tahun ini.

Pemilik nama asli I Gede Budiarta ini mengaku telah berjualan nasi jinggo betutu selama setahun. Ia berjualan menggunakan sepeda motor dan keliling di sekitar Jalan Raya Dalung Permai. “Saya berharap semoga badai ini cepat berlalu. Meskipun harus menunggu lama pulihnya, astungkara kita selalu bisa saling membantu satu sama lainnya,” pungkasnya. (Winatha/balipost)