Salah satu ogoh-ogoh yang ada di Denpasar. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pemerintah daerah mengimbau pawai ogoh-ogoh ditiadakan saat pengerupukan. Bahkan Gubernur Bali Wayan Koster membuat surat edaran akan melombakan pawai ogoh-ogoh saat HUT Provinsi Bali, Agustus mendatang.

Meski demikian, Polresta Denpasar tetap mengerahkan anggota untuk menggalang informasi jika ada yang tetap menggelar pawai ogoh-ogoh. Kabag Ops Polresta Denpasar Kompol Nyoman Gatra, Selasa (24/3) menyampaikan hingga saat ini pihaknya belum monitor akan ada menggelar pawai ogoh-ogoh.

“Mungkin nanti sore akan ketahuan. Kami tetap memantau di lapangan,” ujarnya.

Walau secara umum pawai ogoh-ogoh ditiadakan, lanjut Kompol Gatra, pihaknya tetap mengerahkan personel untuk pengamanan. Apakah ada sanksi kalau ada yang membandel? “Ada,” tegas mantan Kapolsek Kawasan Laut Benoa, Denpasar Selatan ini.

Baca juga:  Terkait Nyepi, Kodim “Mapping” Wilayah Rawan Bentrok

Namun ia tidak menjelaskan jenis sanksinya.

Seperti diberitakan, malam pengerupukan di Denpasar berbeda dari tahun sebelumnya karena pawai ogoh-ogoh ditiadakan. Meski demikian, Polresta tetap mengerahkan anggotanya untuk pengamanan.

Polresta mengerahkan anggota untuk pengamanan upacara Melasti 543 personel, pawai ogoh-ogoh 544 orang dan saat Nyepi 545 anggota. (Kerta Negara/balipost)