Dua atlet kempo berlaga dalam suatu kejuaraan di Bali. (BP/ist)

DENPASAR, BALIPOST.com – Bali meloloskan sembilan atlet kempo ke PON 2020 di Papua. Pulau Dewata kemudian mendapat tambahan jatah dua kenshi di nomor randori, yakni Putu Murtiana Dewi (60 kg) dan Gede Indrawan (70 kg). Akan tetapi dalam pertemuan Chief de Mission (CdM) di Papua terungkap bahwa cabang olahraga kempo kelebihan kuota. Akibatnya, Murtiana Dewi dan Indrawan batal tampil di PON.

Wakil Ketua Pengprov Perkemi Bali Fredrik Billy di Denpasar, Senin (23/3), mengutarakan kesembilan kenshi yang merebut tiket PON adalah peringkat satu sampai empat besar. Tuan rumah mendapat satu jatah kenshi yang lolos di tiap kelas, sehingga tiap kelas dimeriahkan lima sampai enam provinsi.

Baca juga:  Diduga Pasang Status Cemarkan Nama Baik Bupati Mahayastra, Warga Dipolisikan

Kesembilan atlet PON bali ditangani duet pelatih Made ‘Dendy’ Mandiyasa dan Nyoman Sudarmawan. Untuk sementara atlet PON cukup berlatih di rumah, sedangkan latihan bersama ditiadakan. “Kami minta para atlet minimal berlatih 30 menit sehari dan kegiatan pelatihan dilaporkan ke pelatih,” jelasnya.

Atlet kempo Bali yang lolos ke PON Papua adalah Erasmus Naris Fendi, Yeristus Varis Mardi, Griselda Nadya Billy, Agung Ratih Saraswati, Rudy Sihaloho, Walter Rau, Ni Kadek Dhea Ardy Prabasari, A.A Istri Darmamega Kelakan dan Riska Medita. (Daniel Fajry/balipost)