dr. I Gede Sudiarta. (BP/bit)

TABANAN, BALIPOST.com – Kewaspadaan masyarakat terhadap penyebaran wabah virus COVID-19 ternyata masih rendah. Terbukti, ketika ada himbauan dari pemerintah untuk melakukan social distancing, masyarakat sepertinya menyepelekan.

Mereka masih ada yang keluar rumah meski untuk hal hal yang tidak penting. Selain itu masih ada masyarakat yang berkerumun, sehingga rawan penyebaran virus COVID-19.

Hal ini menjadi perhatian serius dr.I Gede Sudiarta yang juga Ketua Tim Penanggulangan Corona Virus di BRSU Tabanan. Ia mengatakan untuk bisa ‘perang’ melawan wabah yang penyebarannya sangat agresif ini diperlukan kerjasama semua pihak, tidak hanya berharap pada petugas kesehatan semata. Apalagi imbauan membatasi interaksi sosial yang dikeluarkan pemerintah, kenyataannya sebagian orang tetap mengabaikan hal ini, bahkan terus melakukan kontak fisik dengan sekitarnya.

Dikatakannya, situasi penyebaran virus dapat berasal dari mana dan siapa saja, menjangkiti seseorang tanpa perlu ada riwayat ke luar negeri atau berkontak dengan orang lain yang positif COVID-19. “Disuruh diam di rumah saja susahnya minta ampun, kalau sudah kena baru bingung, kita ini berhadapan dengan musuh yang tidak terlihat dan penyebarannya agak agresif,” ucapnya.

Baca juga:  Dibuka Siang Ini, Bali Mandara Nawanatya Hadirkan Pawai Kostum "Recycle"

Begitupun pihaknya masih menyayangkan masih ada sebagian warga yang tetap mengindahkan imbauan pemerintah untuk bisa meminimalisir penyebaran virus dengan dalih tradisi. “Sekarang masih ada yang kecolongan, alasan tradisi bisa ditunda, kalau sudah meninggal bagaimana mau menjalankan tradisi. Tentu setelah melewati masa ini, di Bali ada istilahnya ngaturang guru piduka, intinya mari sama-sama ikuti apa yang sudah disarankan oleh Pemerintah, untuk selamatkan banyak orang. Jangan menganggap diri kuat, karena virus ini tidak memandang siapa-siapa,” terangnya.

Dan pengawasan penerapan social Distancing serta diam dirumah ini tidak hanya dilakukan oleh Satgas semata, melainkan seluruh lini baik di tingkat desa, bahkan sampai di tingkat rumah tangga dan sekitar juga harus dilakukan. (Puspawati/balipost)