Pawai ogoh-ogoh di Kota Denpasar beberapa tahun lalu. Pawai ogoh-ogoh yang akan dilaksanakan 24 Maret nanti ditunda akibat merebaknya virus Corona. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Mencermati ancaman virus Corona, sejumlah kegiatan yang melibatkan orang banyak dievaluasi dan bahkan beberapa dibatalkan dan ditunda. Salah satunya pawai ogoh ogoh yang akan dilakukan pada malam pangerupukan. Pemkot Denpasar memutuskan menunda pawai ogoh-ogoh dan akan merancang festival September 2020 mendatang.

Ini merupakan keputusan Paruman Bendesa se-Kota Denpasar bersama Wali Kota Denpasar dan Satgas Siaga Bencana Kota Denpasar, Jumat (20/3). Paruman yang berlangsung di Ruang Pertemuan Lantai 3, Gedung Sewaka Dharma, Kota Denpasar, Lumintang, juga menghadirkan pembicara virologi tentang bahaya penyebaran covid-19 oleh Dr. Ni Nyoman Sri Budayanti.

Bendesa Adat se-Kota Denpasar bersama Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Sekda Kota Denpasar A.A. Ngurah Rai Iswara dan Kepala Satgas Siaga Bencana Kota Denpasar I Made Toya, menyepakati dalam status siaga bencana Covid-19 meniadakan parade atau pawai ogoh-ogoh di wilayah Kota Denpasar pada 24 Maret nanti.

Baca juga:  Jasa Raharja Cabang Bali Serahkan Dana Ratusan Juta Rupiah

“Jadi, kami bersama Bendesa Kota Denpasar menyepakati penundaan pengarakan ogoh-ogoh baik berupa parade maupun pawai di masing-masing desa adat seluruh Kota Denpasar. Penundaan ini sepenuhnya berlaku dalam status siaga bencana Covid-19,” tegas Rai Dharmawijaya Mantra. Penundaan ini juga menyikapi imbauan dari PHDI Pusat, Gubermur Bali dan Majelis Desa Adat yang telah memutuskan rangkaian pedoman pelaksanaan hari raya Nyepi.

Sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian adat dan budaya serta tradisi, Pemkot Denpasar akan memberikan dana motivasi kepada masing-masing sekaa teruna teruni Rp 10 juta. “Kita akan agendakan ulang. Khusus untuk ogoh-ogoh akan digelar dalam bentuk festival apabila situasi status siaga bencana dicabut. Bisa September atau Oktober,” kata Rai Mantra. (Asmara Putra/balipost)