Petugas pos pungut sedang melakukan tugas. (BP/ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Keberadaan pos pungut retribusi wisata ke Geopark Batur bakal ditambah empat titik. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk mengoptimalisasi pendapatan dari sektor pariwisata.

Rencana penambahan pos pungut diungkapkan Kepala Divisi Perencanaan dan Pengembangan Badan Pengelola Pariwisata Batur Unesco Global Geopark (BUGG) Nengah Suratnata saat ditemui di Kintamani, Rabu (26/2). Dijelaskan Suratnata, Badan Pengelola Pariwisata BUGG mulai menangani pemungutan retribusi wisata di Geopark Batur sejak 11 Februari 2019 lalu.

Setelah adanya penyerahan pengelolaan pariwisata Geopark Batur dari Pemkab Bangli. Awalnya pemungutan retribusi hanya dilakukan di empat titik. Kemudian oleh Badan Pengelola Pariwisata BUGG, jumlah pos pungut ditambah menjadi delapan loket.

Penambahan pos pungut dilakukan pada jalur-jalur tikus yang disinyalir banyak dimanfaatkan oknum guide untuk bisa masuk Kintamani tanpa harus bayar tiket. Lebih lanjut dikatakan, dari delapan pos pungut yang ada, satu pos diantaranya dibuka mulai dinihari dari pukul 01.30 sampai pukul 06.30 wita.

Pos pungut yang dimaksud itu ada di jalur Penelokan menuju Kedisan. Wisatawan yang disasar untuk dikenakan pungutan di pos itu adalah yang hendak melakukan wisata pendakian ke Gunung Batur.

Dari pos pungut yang dibuka dinihari itu, Suratnata mengklaim pihaknya berhasil menarik retribus hingga Rp 15-18 juta per hari. Bahkan jika saat high season, retribusi yang bisa ditarik meningkat menjadi Rp 22-24 juta per hari.

Baca juga:  Disoroti, Kinerja Badan Pengelola Pariwisata Batur Dinilai Belum Maksimal

Untuk mengoptimalisasi pendapatan, pihaknya kini punya rencana untuk menambah pos pungut yang ada sebanyak 4 titik. Dari 8 menjadi 12 loket.

Empat pos tambahan itu rencananya akan didirikan di Alengkong, Desa Songan sebanyak dua titik, satu titik di Penulisan dan satu titik di wilayah balik bukit Desa Terunyan. Dengan penambahan empat pos pungut itu, pihaknya optimis akan terjadi kenaikan pendapatan retribusi hingga Rp 6 miliar. “Penambahan empat pos pungut itu akan kami lakukan di tahun 2021,” kata Suratnata.

Sejalan dengan rencana penambahan empat pos pungut itu, pihaknya juga akan menambah tenaga petugas pungut. Suratnata memperkirakan tambahan petugas yang dibutuhkan sekitar 80-100 orang.

Disinggung mengenai upaya untuk mencegah kebocoran retribusi yang mungkin dilakukan oknum petugas pungut, pihaknya mengku telah rutin melakukan pengawasan. Setiap hari pihaknya turun melakukan pemantauan terhadap aktivitas di pos pungut.

Untuk mencegah adanya perilaku petugas pungut yang nakal, Badan Pengelola Pariwisata BUGG juga telah meningkatkan kesejahteraan petugas pungut dengan menaikkan gaji dari sebelumya Rp 1,3 juta per bulan menjadi Rp 3 juta per bulan. (Dayu Swasrina/balipost)