Seorang pengendara sepeda motor sembahyang di palinggih Padma Pesimpangan Ida Bhatara Ring Pura Candi Gunung Agung yang berada di tengah aliran Sungai Taksu di Banjar Nangka, Desa Buana Giri, Kecamatan Bebandem. (BP/nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Palinggih Padma Pesimpangan Ida Bhatara Ring Pura Candi Gunung Agung berada di tengah aliran Sungai Taksu di Banjar Nangka, Desa Buana Giri, Kecamatan Bebandem. Kendati sering dilanda banjir bandang, palinggih tersebut tetap berdiri kokoh.

Bahkan, palinggih tersebut rutin diterjang banjir sejak dibangun pada 2004 lalu. Namun, kenyataannya masih berdiri kokoh hingga sekarang. Justru senderan yang ada di selatan palinggih jebol. Tak pelak, keberadaan palinggih itu menjadi pembicaraan di media sosial.

Sekretaris Pecalang Desa Adat Nangka, Made Junita, mengungkapkan, Padma Pesimpangn Ida Batara Ring Pura Candi Gunung Agung sudah ada sejak dulu. Sebelumnya hanya batu, dan tahun 2004 dibangun palinggih seperti sekarang.

Baca juga:  Semester I 2018, Seratusan Bencana Terjadi di Gianyar

“Palinggih itu sangat disakralkan oleh masyarakat dan pengendara yang melintasi jalur tersebut. Banyak pengendara melakukan persembahyangan untuk memohon keselamatan. Mungkin karena menjadi pesimpangan Ida Bhatara, makanya selalu terlindungi dari segala bentuk bencana,” ucapnya.

Menurut Perbekel Desa Buana Giri, I Nengah Diarsa, tidak bisa dihitung berapa kali sudah palinggih itu dihantam banjir, namun tidak rusak. “Malah pohon-pohon di samping aliran sungai semuanya tumbang,” jelasnya. (Eka Parananda/balipost)