Danau Batur berubah warna karena tingginya kandungan amonia dan phospat pada air. (BP/ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Air Danau Batur berubah warna, Senin (27/1). Kondisi itu diduga terjadi karena semburan belerang dari dasar danau.

Fenomena tersebut membuat para pembudidaya ikan di Danau Batur ketar-ketir dengan kondisi ikan mereka yang dibudidayakan dalam keramba jaring apung (KJA). Informasi yang dihimpun menyebutkan, air Danau Batur mulai mengalami perubahan warna sejak pagi hari sekitar pukul 08.00 Wita.

Air danau yang biasanya berwarna kebiruan, berubah warna menjadi hijau keputih-putihan. Made Antara, petani ikan di Desa Buahan mengatakan kondisi itu terjadi di hampir semua wilayah. “Hampir seratus persen berubah warna,” ungkapnya.

Dia mengaku belum tahu secara pasti bagaimana kondisi ikannya di KJA dengan adanya perubahan warna air danau tersebut. Sebab ia sendiri belum berani menengok ikan-ikannya di KJA. “Sudah tidak bisa ngomong apa,” ujarnya pasrah.

Petani ikan lainnya, Ketut Jembawa menduga, perubahan warna air Danau Batur terjadi akibat adanya semburan belerang dari dasar danau. Sebagaimana fenomena yang pernah terjadi pada tahun sebelumnya.

Baca juga:  76 KK Korban Bencana Direlokasi ke Lahan Hutan

Selain berubah warna, Jembawa mengatakan air Danau Batur juga mengeluarkan bau menyengat seperti belerang. Hingga sore tadi, dia mengaku belum mengetahui kondisi ikannya di KJA.

Berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya, semburan belerang di Danau Batur sangat mengancam kehidupan ikan di KJA. Semburan belerang dapat menyebabkan kematian ikan tergantung tingkat keparahannya.

Biasanya kondisi seperti ini akan berlangsung selama tiga hari. Kalau ada angin dan ombak, belerang di danau akan cepat hilang.

Namun sebaliknya kalau kondisi danau tenang, belerang di danau batur akan lebih lama.

Sementara itu,  Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli Wayan Sarma saat dikonfirmasi mengaku pihaknya sudah menerima laporan soal fenomena perubahan warna air Danau Batur kemarin pagi. Perubahan warna terjadi hampir merata di semua wilayah. “Laporan kematian ikan belum kami dapatkan. Mudah-mudahan tidak ada,” ujarnya. (Dayu Swasrina/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.