Kampus STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) berhasil naik tingkat menjadi Klaster Madya dalam klaster perguruan tinggi bidang kinerja penelitian yang diumumkan pada Selasa (19/11). (BP/Istimewa)

 

DENPASAR, BALIPOST.com – Kampus STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) berhasil naik tingkat menjadi Klaster Madya dalam klaster perguruan tinggi bidang kinerja penelitian yang diumumkan pada Selasa (19/11) oleh Kemenristek/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kampus ini sekaligus menjadi kampus yang mendapat hibah Penelitian Dosen Pemula (PDP) paling banyak di bawah lingkup Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VIII sehingga ditunjuk menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan Seminar Hasil PDP, Kamis (12/12).

Kemenristek/BRIN membuat klasterisasi dalam bidang penelitian. Menurut Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012, perguruan tinggi wajib dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi (pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat). Klasterisasi ini dibagi menjadi empat kelompok, yaitu Klaster Binaan, Klaster Madya, Klaster Utama, dan Klaster Mandiri.

Dari hasil yang telah diumumkan untuk periode 2016-2018, sebanyak 47 perguruan tinggi masuk ke dalam Kelompok Mandiri, 146 perguruan tinggi masuk ke dalam Kelompok Utama, 479 perguruan tinggi masuk ke dalam Kelompok Madya, dan 1.305 perguruan tinggi masuk ke dalam Kelompok Binaan.

Kampus STIKI Indonesia yang termasuk Klaster Binaan (perguruan tinggi yang baru merintis pelaksanaan penelitian dan perlu dibina) meningkat menjadi Klaster Madya yang mana STIKI Indonesia telah mengelola penelitiannya dengan baik. Penilaian kinerja penelitian didasarkan pada beberapa indikator, yaitu sumber daya penelitian sebanyak 30%, manajemen penelitian sebanyak 15%, luaran penelitian sebanyak 50%, dan revenue generating sebanyak 5%. “Penelitian-penelitian dari dosen sudah dibaca dari luar negeri dan ini menjadi nilai tambah. Semakin banyak kita punya jurnal di luar STIKI, maka nilainya juga akan semakin bagus,” ujar Ida Bagus Ary Indra Iswara, S.Kom., M.Kom. selaku Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. (Adv/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.